BM31News
BM31News
BM31News
BM31News BM31News BM31News BM31News BM31News

Bupati Maluku Tengah Dorong Transformasi Digital Pendidikan, Serahkan Starlink untuk Sekolah di Daerah 3T

Pemkab Maluku Tengah luncurkan langkah strategis pemerataan pendidikan digital melalui penyediaan konektivitas Starlink bagi sekolah-sekolah di daerah tertinggal.

Masohi, | Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah di bawah kepemimpinan Bupati Zulkarnain Awat Amir terus menunjukkan komitmen kuat dalam memajukan pendidikan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Melalui langkah strategis berbasis teknologi, Pemkab Maluku Tengah resmi menyerahkan empat unit perangkat internet satelit Starlink kepada sejumlah sekolah di wilayah yang selama ini mengalami keterbatasan akses jaringan.

Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Zulkarnain Awat Amir, didampingi Kepala Dinas Pendidikan Maluku Tengah, Husen Mukadar, Provincial Manager INOVASI Maluku, Mus Maulim, serta Media Relation Lead INOVASI, Erix S. Hutasoit, dalam kegiatan Workshop Penguatan Kapasitas Ekosistem Komunikasi Daerah Berbasis Praktik Baik yang berlangsung di Aula Hotel Lelemuku, Kota Masohi, Selasa (28/10/2025).

Empat sekolah penerima manfaat masing-masing adalah SD Negeri 64 Maluku Tengah di Negeri Nalahia, Kecamatan Nusalaut; SD Negeri 307 Maluku Tengah di Negeri Nuweletetu, Kecamatan Amahai; SD Negeri 40 Maluku Tengah di Negeri Maraina, Pegunungan Seram Utara; dan SD Negeri 106 Maluku Tengah di Negeri Salamon, Kecamatan Kepulauan Banda.

Menurut Bupati Zulkarnain, inisiatif ini menjadi bagian penting dari upaya menghadirkan keadilan akses pendidikan di seluruh wilayah Maluku Tengah, tanpa terkecuali.

“Dengan teknologi Starlink ini, kita memangkas ketimpangan digital. Anak-anak di pulau terpencil kini memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses sumber ilmu seperti anak-anak di kota. Mereka bisa belajar secara daring, mengikuti kelas online, dan memperluas wawasan tanpa batas,” tegas Bupati Zulkarnain dalam sambutannya.

Ia menambahkan, kehadiran konektivitas internet berkecepatan tinggi di wilayah 3T bukan hanya untuk mendukung kegiatan belajar siswa, tetapi juga sebagai katalisator peningkatan kapasitas tenaga pendidik. Guru dapat mengakses berbagai pelatihan, materi pengayaan, dan sumber pembelajaran digital terkini untuk memperkuat mutu pendidikan lokal.

Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah menargetkan program ini sebagai pilot project yang akan diperluas ke lebih banyak sekolah di wilayah 3T lainnya. Tujuannya, memastikan tidak ada lagi anak Maluku yang tertinggal akibat keterbatasan geografis maupun akses digital.

Langkah ini juga sejalan dengan visi pemerintah daerah dalam membangun transformasi digital sektor pendidikan sebagai fondasi kemajuan sumber daya manusia di Maluku Tengah. (BM31-02)


Dapatkan berita terbaru dari BM31News.com langsung di ponsel Anda! Klik untuk bergabung di Channel WhatsApp dan Telegram kami sekarang juga.

error: Konten Dilindungi !