Ambon,
| Menjelang peringatan Hari HIV/AIDS Sedunia, Universitas Pattimura (Unpatti) bekerja sama dengan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Maluku menggelar kegiatan Sosialisasi Informasi Dasar HIV pada Selasa (28/10/2025) bertempat di Aula Rektorat Unpatti. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai bahaya HIV/AIDS, gejala, serta langkah penanggulangan dan pencegahan penyakit tersebut.
Acara tersebut menjadi bagian dari upaya bersama institusi pendidikan dan lembaga pemerintah daerah dalam menekan angka penyebaran HIV di Maluku, yang hingga kini masih menunjukkan tren fluktuatif. Berdasarkan data KPA Maluku, terdapat sekitar 8.231 warga yang tercatat positif HIV di wilayah ini hingga tahun 2023, dengan kecenderungan kasus yang bervariasi tiap tahunnya.
“Hal ini menunjukkan bahwa kita perlu lebih sadar dan mampu hidup berdampingan dengan para penderita HIV, karena mereka juga bagian dari masyarakat kita,” kata Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan, Pieter Kakisina.
Menurutnya, mahasiswa sebagai generasi muda intelektual memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi agen perubahan sosial dalam melawan stigma terhadap penyintas HIV/AIDS. Edukasi, empati, dan aksi nyata di lingkungan sosial menjadi langkah penting dalam menciptakan masyarakat yang inklusif.
“Bukan sekadar datang dan ikut kegiatan, tetapi harus ada tindakan nyata untuk menghilangkan stigma yang masih melekat di masyarakat,” tambah Kakisina dengan tegas.
Selain menekankan pentingnya kesadaran sosial, Kakisina juga menyoroti keseimbangan antara kemampuan akademik dan kemampuan berinteraksi sosial dalam membentuk karakter mahasiswa yang utuh. Ia menyebut bahwa keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual, tetapi juga oleh kemampuan beradaptasi dan membangun hubungan sosial yang sehat.
“Tidak ada sekolah untuk menjadi presiden atau menteri, tetapi mereka berhasil karena mampu menyesuaikan diri dan berinteraksi dengan baik,” ujarnya.
Kegiatan sosialisasi yang dihadiri oleh ratusan mahasiswa lintas fakultas itu diakhiri dengan pemeriksaan kesehatan gratis serta sesi foto bersama. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya kepedulian civitas akademika terhadap isu kesehatan masyarakat, khususnya dalam konteks penanggulangan HIV/AIDS.
Dalam penutupan kegiatan, Kakisina mengajak seluruh komponen kampus untuk terus menumbuhkan semangat solidaritas bagi para penyintas HIV/AIDS.
“Kita harus memberikan motivasi, semangat, dan dukungan agar mereka merasa berharga dan mampu bangkit kembali,” tutupnya. (BM31)









