BM31News
BM31News
BM31News
BM31News BM31News BM31News

LPPM Unpatti Tegaskan Strategi Percepatan Akreditasi dan Indeksasi Jurnal Ilmiah

LPPM Unpatti menetapkan moratorium jurnal baru dan memperkuat pendampingan untuk percepatan akreditasi.

Ambon, | Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Pattimura menegaskan arah kebijakan strategis pengelolaan jurnal ilmiah serta peningkatan kapasitas publikasi dosen dalam pertemuan resmi bersama awak media, Rabu (26/11/2025) di ruang kerja Kepala LPPM. Pertemuan tersebut membahas capaian, tantangan, serta langkah percepatan akreditasi seluruh jurnal yang kini berada di bawah pengelolaan universitas.

Kepala LPPM, Estevanus K. Huliselan, menyampaikan bahwa lembaga yang ia pimpin membawahi 21 pusat strategis, termasuk Pusat Jurnal dan Penerbitan Ilmiah yang berperan sebagai pengelola utama seluruh jurnal di Universitas Pattimura. Ia menegaskan bahwa penguatan tata kelola jurnal menjadi prioritas utama hingga 2026.

“Seluruh sumber daya akan difokuskan untuk meningkatkan kualitas jurnal yang ada. Karena itu, kami menetapkan moratorium pembukaan jurnal baru sampai semua jurnal minimal terindeks SINTA,” kata Kepala LPPM, Estevanus K. Huliselan.

Saat ini Universitas Pattimura mengelola 118 jurnal, dengan 62 jurnal telah terindeks SINTA, satu jurnal mencapai peringkat SINTA 2, dan Jurnal Barekeng dari Fakultas Sains dan Teknologi telah berhasil masuk Scopus Q4. Selain itu, 11 jurnal telah lolos desk evaluasi, 24 jurnal tengah mengikuti proses pengajuan akreditasi, sementara 18 jurnal bersiap untuk periode penilaian berikutnya.

Huliselan juga menjelaskan bahwa pendampingan intensif, coaching clinic, dan sosialisasi kepada seluruh pengelola jurnal dilakukan sepanjang tahun, bekerja sama dengan berbagai perguruan tinggi maju di Indonesia. Pendampingan tersebut mencakup penguatan editorial, peningkatan kualitas naskah, serta penyelarasan standar jurnal dengan ketentuan akreditasi nasional dan indeksasi internasional.

Selain fokus pada jurnal, LPPM mendorong peningkatan kompetensi dosen melalui pelatihan penulisan artikel ilmiah bereputasi internasional. Pelatihan menghadirkan narasumber nasional dan internasional, termasuk dosen Unpatti yang memiliki rekam jejak publikasi kuat.

Ia menegaskan bahwa pemilihan Ketua Pusat Jurnal ditetapkan berdasarkan kapasitas dan rekam jejak publikasi, dengan harapan transfer pengalaman dapat mempercepat peningkatan kualitas tata kelola jurnal. “Kami selalu membuka ruang bagi masukan dan kolaborasi untuk meningkatkan kualitas publikasi ilmiah Unpatti,” kata Huliselan.

Secara strategis, kebijakan LPPM diarahkan untuk memastikan seluruh jurnal Unpatti terindeks SINTA pada 2026 dan mendorong lebih banyak jurnal menuju indeksasi Scopus dan lembaga pemeringkat bereputasi lainnya. (BM31)


Dapatkan berita terbaru dari BM31News.com langsung di ponsel Anda! Klik untuk bergabung di Channel WhatsApp dan Telegram kami sekarang juga.

Hak Cipta BM31News. Dilindungi undang-undang.

error: Konten Dilindungi !