Ambon,
| Sekolah Laboratorium Universitas Pattimura (Unpatti) menandai usia ke-5 tahun dengan capaian yang menunjukkan perkembangan signifikan sebagai model pendidikan terintegrasi di Maluku. Momentum tersebut mengemuka dalam puncak perayaan Dies Natalis ke-V dan Expo Tahun 2026 yang berlangsung di Auditorium Universitas Pattimura, Ambon, Rabu (24/6/2026), dengan tema “Transforming Education Through Creativity and Collaborating” serta tagline “Beyond Limits, Beyond Dreams.”
Dalam kurun waktu lima tahun sejak berdiri, sekolah yang menyelenggarakan pendidikan mulai dari PAUD hingga jenjang menengah ini berhasil mencatat sejumlah indikator kemajuan. Di antaranya adalah raihan Akreditasi A untuk jenjang SMP dan SMA, peningkatan jumlah pendaftar setiap tahun, serta rencana pengembangan sarana dan prasarana untuk menjawab kebutuhan pembelajaran yang terus bertumbuh.
Rektor Universitas Pattimura menilai keberadaan Sekolah Laboratorium memiliki posisi strategis dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia berkualitas di Maluku. Model pendidikan yang diterapkan tidak hanya menitikberatkan pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter, kemampuan berpikir kritis, dan keterampilan kolaboratif yang dibutuhkan di era perubahan cepat.
“Sekolah bukan sekadar tempat belajar ilmu, melainkan tempat pembentukan karakter, sehingga guru harus menjadi teladan dalam sikap dan perilaku,” kata Rektor Universitas Pattimura, Fredy Leiwakabessy.
Menurut Rektor, keberhasilan SMP dan SMA Laboratorium meraih Akreditasi A mencerminkan peningkatan tata kelola pendidikan yang semakin profesional. Capaian tersebut juga menunjukkan bahwa keseimbangan antara aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik mulai terimplementasi secara nyata dalam proses pendidikan yang dijalankan sekolah.
Keberhasilan itu turut tercermin dari meningkatnya jumlah siswa yang diterima di berbagai perguruan tinggi melalui jalur prestasi. Dalam lima tahun terakhir, tren pendaftar juga terus meningkat sehingga mendorong kebutuhan penambahan ruang kelas, laboratorium, ruang administrasi, serta ruang istirahat guru guna menunjang proses belajar mengajar yang lebih optimal.
Di sisi lain, pihak pengelola sekolah menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan pengembangan. Akreditasi dipandang sebagai instrumen penting untuk mengukur kualitas layanan pendidikan sekaligus memastikan standar yang diterapkan berjalan secara konsisten pada seluruh jenjang pendidikan.
“Prioritas utama dalam setiap langkah pengembangan sekolah adalah peningkatan mutu pendidikan, yang diukur melalui akreditasi sekolah,” kata Kepala BPS Laboratorium Unpatti, Anatasija Limba.
Anatasija menjelaskan bahwa jenjang SD saat ini tengah dipersiapkan untuk mengikuti proses akreditasi pada tahun depan. Persiapan dilakukan melalui pengumpulan data dukung dan penguatan berbagai aspek yang menjadi indikator penilaian, dengan target memperoleh hasil yang sejalan dengan capaian SMP dan SMA yang telah meraih predikat Akreditasi A.
Perayaan Dies Natalis dan Expo Tahun 2026 juga menjadi ruang bagi peserta didik untuk menampilkan hasil pembelajaran, inovasi, dan kreativitas yang dikembangkan selama proses pendidikan berlangsung. Kegiatan tersebut memperlihatkan bagaimana konsep pendidikan terintegrasi yang diterapkan Sekolah Laboratorium Unpatti mulai menghasilkan ekosistem pembelajaran yang aktif, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan masa depan. Dengan capaian yang telah diraih dan agenda ekspansi yang sedang disiapkan, sekolah ini semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu model pendidikan unggulan yang berkembang di Maluku.(BM31)






