Ambon,
| Anggota DPRD Kota Ambon sekaligus Ketua DPC GAMKI Kota Ambon, Desy Kosita Halauw, menyatakan akan mengawal kebutuhan dan hak warga korban kebakaran Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon. Pernyataan itu disampaikan saat DPC GAMKI Kota Ambon bersama DPD GAMKI Maluku dan BWS Maluku menyerahkan bantuan kepada pengungsi di posko Kantor Desa Batu Merah, Minggu (6/9/2026).
Halauw hadir dalam kegiatan tersebut dalam kapasitasnya sebagai bagian dari GAMKI sekaligus wakil rakyat. Ia mengatakan kedatangan organisasi tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang sedang menghadapi dampak kebakaran.
“Iya, kami semua sudah prihatin dengan apa yang terjadi kepada masyarakat Batu Merah. Hari ini saya mewakili GAMKI Kota Ambon bersama DPD GAMKI Provinsi Maluku datang sebagai bentuk pelayanan dan simpati kepada basudara yang ada di Batu Merah,” kata Dessy Halauw.
Dalam kegiatan itu, GAMKI menyerahkan bantuan berupa 25 karton air mineral, 15 karung beras ukuran 5 kilogram, 15 liter minyak goreng, 16 pak buku tulis, dan tiga lusin pena. Bantuan tersebut diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar pengungsi sekaligus mendukung aktivitas belajar anak-anak korban kebakaran.
Halauw menegaskan bahwa perhatian terhadap korban tidak boleh berhenti pada bantuan kebutuhan sehari-hari. Sebagai anggota DPRD Kota Ambon, ia menyatakan akan mengawal kebutuhan korban, termasuk kemungkinan dukungan pemulihan rumah setelah kondisi memungkinkan.
“Sebagai wakil rakyat, saya akan tetap mengawal hak-hak korban kebakaran Batu Merah. Bantuan untuk pemulihan rumah dan kebutuhan lainnya akan tetap kita kawal,” ujarnya.
Menurut Halauw, interaksi dengan warga di lokasi pengungsian menunjukkan bahwa pemerintah Kota Ambon masih memberikan perhatian kepada masyarakat terdampak. Namun, kebutuhan korban diperkirakan akan berkembang seiring berjalannya proses pemulihan pascakebakaran.
Ia mengatakan koordinasi dengan instansi terkait akan menjadi salah satu langkah yang ditempuh untuk memastikan kebutuhan masyarakat dapat dikomunikasikan. Langkah tersebut dinilai penting karena penanganan korban tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan darurat, tetapi juga pemulihan kehidupan keluarga yang kehilangan tempat tinggal atau mengalami kerusakan akibat kebakaran.
“Sekalipun dari daerah pemilihan yang berbeda, dari sisi kemanusiaan kita akan berusaha mengomunikasikan hak masyarakat ini dengan instansi lainnya,” kata Halauw.
Perhatian terhadap anak-anak pengungsi juga menjadi bagian penting dalam penyaluran bantuan. Ketua DPD GAMKI Maluku Samuel Patra Ritiauw mengatakan buku tulis dan pena diberikan agar anak-anak tetap dapat menjalankan kegiatan belajar meskipun berada dalam kondisi pengungsian.
Dari sisi pengungsi, bantuan tersebut dinilai memberikan dukungan di tengah keterbatasan yang mereka hadapi. Erny Jamaluddin, salah satu perwakilan pengungsi, menyampaikan apresiasi kepada GAMKI dan BWS Maluku sekaligus berharap perhatian terhadap warga terdampak dapat terus berlanjut.
“Bantuan yang diberikan sangat berarti bagi kami yang menerimanya. Kami hanya berdoa agar Allah melimpahkan berkah kepada bapak dan ibu semua,” kata Erny Jamaluddin.
Komitmen pengawalan yang disampaikan Halauw kini menjadi bagian penting dalam proses pemulihan korban. Masyarakat terdampak membutuhkan kesinambungan perhatian, mulai dari bantuan sosial, kebutuhan pendidikan anak, hingga kepastian dukungan untuk pemulihan tempat tinggal sesuai kebijakan dan kewenangan pemerintah daerah.(BM31-01)











