BM31News
BM31News
BM31News

Bea Cukai Tual Pastikan Layanan Pabean Lancar untuk Yacht Asing di Saumlaki

Bea Cukai Tual memberikan fasilitas impor sementara dan mengawasi kapal yacht asing peserta DSYRR 2026 selama berada di Kepulauan Tanimbar.

Saumlaki, | Bea Cukai Tual memastikan pengawasan dan pelayanan pabean terhadap kapal layar (yacht) asing peserta Sail Darwin to Saumlaki Yacht Race & Rally (DSYRR) 2026 berjalan optimal selama berada di Kepulauan Tanimbar, Maluku. Pelayanan tersebut mencakup fasilitas impor sementara hingga pengawasan terhadap dokumen dan barang bawaan peserta.

Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Bea Cukai Tual, Muhammad Halil Effeni, mengatakan pihaknya memberikan fasilitas pembebasan bea masuk dan pajak dalam rangka impor (PDRI) bagi kapal-kapal peserta yang masuk ke wilayah pabean Indonesia untuk keperluan kegiatan internasional tersebut.

“Setiap barang asing yang masuk ke wilayah Pabean Indonesia pada dasarnya terikat kewajiban pabean. Namun, karena keberadaan kapal-kapal peserta yacht ini bersifat sementara untuk keperluan ajang internasional, kami berikan fasilitas pembebasan bea masuk dan pajak. Layanan ini dirancang untuk menunjang kelancaran dan kesuksesan Sail Darwin-Saumlaki,” ujar Halil kepada media usai Welcome Ceremony di Kampung Kuliner Saumlaki, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kamis (24/9/2026).

Menurut Halil, pemberian fasilitas tersebut tetap disertai pengawasan terhadap kepatuhan pabean. Pemeriksaan dilakukan terhadap dokumen dan barang bawaan peserta yang berasal dari berbagai negara, termasuk Jerman, Prancis, Amerika Serikat, dan Australia.

“Selama rangkaian acara berlangsung, tidak ditemukan pelanggaran pabean maupun ketentuan impor sementara. Proses pemeriksaan terhadap barang bawaan peserta berjalan aman dan lancar,” tegas Halil.

Pengawasan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan fungsi Bea Cukai sebagai otoritas pabean di wilayah perbatasan. Di sisi lain, pelayanan kepada peserta internasional diarahkan agar prosedur kepabeanan tidak menjadi hambatan selama kapal berada di wilayah Kepulauan Tanimbar.

Untuk tahap akhir kegiatan, Bea Cukai Tual juga menyiapkan pelayanan Vessel Declaration Out bagi peserta yang akan kembali berlayar menuju Darwin, Australia. Proses tersebut mencakup penutupan dokumen customs clearance dan facilitation melalui pemeriksaan administratif serta fisik sesuai ketentuan.

Bea Cukai Tual turut menempatkan pos bantuan pelayanan di Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Saumlaki. Keberadaan pos tersebut ditujukan untuk mendukung kebutuhan pelayanan pabean sekaligus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar selama pelaksanaan kegiatan.

Halil menyebut kelancaran pelayanan pabean diharapkan dapat mendukung penyelenggaraan DSYRR sekaligus membuka peluang peningkatan kunjungan kapal asing ke Kepulauan Tanimbar. Menurutnya, kunjungan tersebut berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi sektor pariwisata dan pelaku usaha lokal.

“Kami berharap ajang ini dapat menjaring lebih banyak peserta di masa mendatang. Semakin tinggi jumlah kunjungan kapal asing, semakin besar pula dorongan bagi perkembangan pariwisata daerah serta peningkatkan transaksi ekonomi bagi para pelaku UMKM di Kepulauan Tanimbar,” kata Halil.

Pelaksanaan pengawasan dan pelayanan pabean tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap kegiatan DSYRR 2026. Berdasarkan keterangan Bea Cukai Tual, selama rangkaian kegiatan berlangsung hingga penyampaian informasi tersebut, tidak ditemukan pelanggaran pabean maupun ketentuan impor sementara.(BM31)

📢 Ikuti BM31News untuk dapatkan berita terbaru
⚠️ DISCLAIMER: Konten BM31News.com dilindungi undang-undang. Dilarang mengutip, menyalin, memuat ulang sebagian atau seluruh isi artikel ini dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari redaksi BM31News.com.
BM31News

Hak Cipta BM31News. Dilindungi undang-undang.

error: Konten Dilindungi !