BM31News
BM31News
BM31News

Hari Ini Sinode GPM Melaksanakan Penthabisan 13.108 Penatua dan Diaken

Kendati demikian, Maspaitella sangat berterima kasih kepada Penatua dan Diaken masa bakti 2020-2025 yang sudah melaksanakan tugas pelayanan kepada umat di masing-masing Jemaat dalam kurun waktu 5 tahun.

Maspaitella juga menambahkan bahwa dirinya sangat bersyukur sebab telah menjalankan tugas pelayanan bersama dengan Penatua dan Diaken masa pelayanan 2020-2025.

Menurutnya mereka memiliki keistimewaan tertentu, sebab mereka melayani tepat di saat seluruh dunia dimaklumkan mengalami pandemic covid-19. Ada hal yang luar biasa di waktu itu, seiring dilarangnya aktifitas bersama dan dalam satu ruangan, karena pertemuan orang bisa menjadi cluster baru pandemic.

Gereja-gereja di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, dan GPM, mengambil langkah yang sebenarnya turut mengubah pandangan teologi Gereja, yakni melaksanakan ibadah di rumah. Bagi GPM, menurut Maspaitella, dalam teologi kita, rumah adalah juga Bait Allah atau Jemaat pertama dan “gereja kecil”, tetapi kita harus jujur bahwa umumnya semua umat menghendaki ibadah dilaksanakan di dalam rumah Gereja, sebagai “Rumah Tuhan”.

Tantangan teologinya bukan di situ, tetapi pada tahun 2020 itu, keputusan Gereja untuk beribadah di rumah dekat dengan waktu perayaan Jumat Agung (Maret 2020) dan dalam tradisi GPM, itu ditandai dengan Perjamuan Kudus yang aktanya sakral, bahkan disakralkan, dan itu harus berlangsung di Gedung Gereja, makan roti dan minum anggur dari satu cawan secara bergantian.

Ini problem menurut Maspaitella, tetapi oleh hikmat Roh Kudus, GPM memutuskan melaksanakan Perjamuan Kudus dengan pelayanan ke setiap rumah warga Gereja, dimana saat itu, mereka (Penatua dan Diaken, red) menjadi pelaksananya, dan puji Tuhan, sebab melalui kesediaan hidup itulah, GPM bisa merayakan Perjamuan Kudus di Jumat Agung dalam masa pandemic dan itu menjadi model sampai saat ini, tegas Maspaitella.

Bagi Maspaitella, mereka telah berperan memastikan bahwa dalam keadaan dimana ada ancaman kematian, mereka meneruskan berkat kehidupan dan keselamatan dari Kristus.

Sebab itu kami berterimakasih kepada semua Penatua dan Diaken masa pelayanan 2020-2025, dan berdoa saudara-saudara akan terus diliputi sukacita dan hidup dalam damai sejahtera Kristus.

Dalam syukur itu, kami berdoa agar semua jemaat terus bertumbuh dalam iman dan melalui pelayanan Penatua dan Diaken baru, iman itu semakin hidup. Kasih Tuhan menyertai semua Jemaat dan para pelayan, ungkapnya. (BM31)


Dapatkan berita terbaru dari BM31News.com langsung di ponsel Anda! Klik untuk bergabung di Channel WhatsApp dan Telegram kami sekarang juga.

BM31NEWS

@bm31news.com

Ikuti akun resmi BM31NEWS di TikTok

Follow

Hak Cipta BM31News. Dilindungi undang-undang.

error: Konten Dilindungi !