BM31News
BM31News
BM31News
BM31News
BM31News
BM31News
BM31News
BM31News
BM31News
BM31News

BM31News

Akui Prajurit TNI Siksa Warga Lokal Papua, Pangdam Cenderawasih Minta Maaf

Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Izak Pangemanan, M.Han dalam konferensi pers di Subden Denma Mabes TNI, Jl. Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (25/3/2024).

Jakarta, – Panglima Kodam (Pangdam) XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Izak Pangemanan, menyampaikan permohonan maaf atas tindakan penyiksaan yang dilakukan oleh sejumlah prajurit Batalyon 300 terhadap warga lokal di Distrik Gome, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah. Belum diketahui pasti kapan penyiksaan itu dilakukan, tetapi diperkirakan pada awal Februari.

“Saya sebagai Pangdam dan TNI AD mengakui bahwa perbuatan ini tidak dibenarkan. Perbuatan ini melanggar hukum dan mencoreng nama baik TNI. Perbuatan ini juga mencoreng upaya penanganan konflik di Papua. Saya minta maaf kepada seluruh masyarakat Papua. Kami akan terus bekerja agar kejadian-kejadian seperti ini tidak terulang lagi di masa mendatang,” kata Izak dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (25/3).

BM31News

Video penyiksaan orang asli Papua bernama Defianus Kogoya dilakukan oleh 13 prajurit TNI dari Kodam III/Siliwangi, Yonif Raider 300/Braja Wijaya yang sedang penempatan di Papua Tengah, viral di media sosial sejak akhir pekan lalu.

Baca Juga:  Ratusan Masyarakat Tidak Mampu di Seram Barat Terima Bantuan Pasang Baru Listrik

Pangdam Cenderawasih menyayangkan penyiksaan yang dilakukan oleh prajurit TNI itu karena selama ini TNI telah berupaya membangun citra baik di Papua. “Ini tidak boleh terjadi. Upaya kami terus menyelesaikan permasalahan Papua dengan cara-cara dan pendekatan-pendekatan yang benar. Ada prajurit yang melakukan ini, sangat disayangkan dan melanggar hukum. TNI tidak pernah menerapkan prosedur kekerasan dalam melaksanakan tugas,” ujar Izak.

Selain membentuk tim investigasi penyiksaan orang asli Papua ini, Kodam XVII/Cenderawasih juga meminta bantuan Kodam III/Siliwangi karena 13 prajurit yang melakukan penyiksaan itu berasal dari Yonif Raider 300/Braja Wijaya.

BM31News

“Tidak ada satu pun yang boleh lolos, semua yang terlibat akan dihukum sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku. Kami sudah meminta bantuan pemeriksaan kepada Kodam III/Siliwangi. Kami meminta bantuan pemeriksaan dan saat ini Pomdam III/Siliwangi sedang melakukan pemeriksaan kepada mereka yang diduga terlibat dalam tindakan kekerasan ini,” ungkap Izak.

Baca Juga:  Terjadi Dugaan Korupsi Dana Covid-19 Tahun 2020, Bupati Malra Diminta Bertanggungjawab

Tiga belas prajurit TNI itu telah ditahan sementara di instalasi tahanan militer Pomdam III/Siliwangi. Nantinya, mereka akan ditetapkan sebagai tersangka.

BM31News BM31News
banner 1080x1921
error: Konten Dilindungi !