BM31News
BM31News
BM31News

Tanimbar Living Heritage Dorong Warisan Budaya Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif

Pemkab Kepulauan Tanimbar memperkuat pengembangan kerajinan lokal melalui peningkatan keterampilan, branding, permodalan, dan pemasaran.

Saumlaki, | Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar menegaskan komitmennya memperkuat kesejahteraan perajin lokal melalui pengembangan warisan budaya menjadi bagian dari sektor ekonomi kreatif. Komitmen tersebut disampaikan Bupati Kepulauan Tanimbar Ricky Jauwerissa saat menghadiri gelaran Tanimbar Living Heritage yang digagas Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Kepulauan Tanimbar di Vila Bukit Indah Saumlaki, Kamis (24/9/2026).

Kegiatan tersebut menampilkan beragam hasil karya perajin lokal, mulai dari kain tenun ikat khas Tanimbar, seni ukir kayu, hingga kerajinan anyaman. Pemerintah daerah menilai kekayaan budaya tersebut memiliki potensi ekonomi yang besar apabila dikembangkan melalui peningkatan keterampilan, inovasi, serta pengelolaan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

Bupati Ricky Jauwerissa mengatakan kekayaan seni dan budaya Tanimbar perlu diikuti dengan peningkatan kapasitas para pelaku kerajinan agar mampu menghasilkan produk yang memiliki nilai tambah dan daya saing.

“Kabupaten Kepulauan Tanimbar dianugerahi kekayaan seni dan budaya yang luar biasa. Namun, potensi besar ini tidak akan menjadi daya saing ekonomi yang berdampak nyata jika tidak disentuh oleh keterampilan, inovasi, dan manajemen produk yang baik. Pelatihan dan pendampingan yang dilakukan Pemkab bersama Dekranasda adalah investasi masa depan untuk meningkatkan mutu produk sekaligus kesejahteraan masyarakat,” ujar Jauwerissa.

Menurut Jauwerissa, hasil karya yang ditampilkan dalam Tanimbar Living Heritage menunjukkan kemampuan perajin lokal untuk menghasilkan produk berkualitas. Ia menilai kesempatan, pengetahuan, dan ruang pengembangan menjadi faktor penting agar produk kerajinan Tanimbar dapat menjangkau pasar yang lebih luas.

Pengembangan kerajinan lokal juga diarahkan agar tidak berhenti pada produk tradisional, tetapi dapat melahirkan berbagai usaha turunan. Pemerintah daerah melihat peluang tersebut pada sektor fashion, desain interior, aksesori, hingga kuliner khas Tanimbar.

Untuk menjaga keberlanjutan program, Jauwerissa meminta organisasi perangkat daerah terkait memperkuat sinergi dengan Dekranasda. Penguatan tersebut diarahkan pada tiga aspek utama, yakni peningkatan kemasan dan branding produk, kemudahan akses permodalan, serta percepatan pemasaran.

Pada aspek kemasan dan branding, pemerintah daerah mendorong pendampingan desain agar produk kerajinan memiliki tampilan yang lebih menarik dan mampu meningkatkan nilai jual. Sementara dari sisi pembiayaan, Pemkab Tanimbar diarahkan membuka akses fasilitasi dengan menggandeng perbankan, BUMN, dan BUMD.

“Kita harus membuka ruang yang lebih luas bagi produk-produk lokal untuk masuk ke pasar yang lebih besar,” kata Jauwerissa.

Selain itu, pemerintah daerah mendorong optimalisasi galeri kerajinan daerah serta keterlibatan perajin dalam berbagai pameran tingkat regional dan nasional. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas jaringan pemasaran sekaligus memperkenalkan identitas budaya Tanimbar kepada masyarakat di luar daerah.

Jauwerissa juga mengimbau instansi pemerintah, TNI/Polri, BUMN, BUMD, dan sektor swasta di Kabupaten Kepulauan Tanimbar untuk meningkatkan penggunaan produk lokal. Produk kerajinan daerah dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari dekorasi interior kantor maupun cendera mata resmi bagi tamu daerah.

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar berharap kolaborasi bersama Dekranasda dan para perajin dapat memperkuat pelestarian warisan budaya sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Pengembangan tersebut diarahkan agar nilai-nilai budaya Tanimbar tetap terjaga di tengah upaya meningkatkan daya saing produk lokal.

Jauwerissa turut menyampaikan apresiasi kepada pengurus Dekranasda dan para perajin yang dinilai konsisten mempertahankan warisan budaya Bumi Duan Lolat. Pemerintah daerah menilai keberlanjutan kolaborasi antara pemerintah, Dekranasda, dan pelaku usaha menjadi bagian penting dalam mendorong perkembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Kepulauan Tanimbar.(BM31)

📢 Ikuti BM31News untuk dapatkan berita terbaru
⚠️ DISCLAIMER: Konten BM31News.com dilindungi undang-undang. Dilarang mengutip, menyalin, memuat ulang sebagian atau seluruh isi artikel ini dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari redaksi BM31News.com.
BM31News

Hak Cipta BM31News. Dilindungi undang-undang.

error: Konten Dilindungi !