Ambon,
| Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Pattimura (Unpatti) memperingati Dies Natalis ke-44 di pelataran kampus FPIK, Selasa (8/9/2026). Mengusung tema “FPIK Berdampak untuk Menyongsong Menuju Globalisasi”, momentum tersebut diarahkan bukan sekadar menjadi perayaan pertambahan usia, tetapi juga menjadi titik evaluasi dan penguatan kontribusi FPIK terhadap pengembangan kelautan dan perikanan di Maluku.
Wakil Rektor Bidang Akademik Unpatti, Dominggus Malle menyampaikan bahwa FPIK memiliki posisi strategis dalam pengembangan sumber daya manusia bidang kelautan dan perikanan. Ia mendorong fakultas tersebut terus meningkatkan capaian akademik sekaligus memperkuat daya saing di tingkat nasional dan internasional.
“Lima dari enam program studi di FPIK telah berstatus unggul dan akan diarahkan menuju akreditasi internasional,” kata Wakil Rektor Bidang Akademik Unpatti, Dominggus Malle.
Dorongan tersebut tidak terlepas dari karakter geografis Maluku yang memiliki wilayah laut sangat luas. Menurut Malle, kondisi itu membuat penguatan pendidikan tinggi bidang kelautan dan perikanan menjadi kebutuhan strategis, terutama untuk menyiapkan generasi muda yang mampu mengelola potensi laut secara berkelanjutan.
“Sekitar 92 persen wilayah Maluku merupakan laut,” kata Dominggus Malle.
Karena itu, FPIK diharapkan mampu menarik lebih banyak generasi muda untuk menempuh pendidikan di bidang kelautan dan perikanan. Penguatan kapasitas akademik dinilai perlu berjalan beriringan dengan kemampuan menghasilkan sumber daya manusia yang mampu menjawab persoalan masyarakat pesisir, pulau-pulau kecil, serta pengelolaan sumber daya laut.
Dekan FPIK Unpatti, Yoisye Lopulalan menegaskan bahwa peningkatan kualitas akademik harus menghasilkan dampak yang dapat dirasakan secara nyata. Menurutnya, ilmu pengetahuan, inovasi, dan kerja sama yang dibangun fakultas harus diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan menjaga keberlanjutan lingkungan laut.
“Ilmu yang dihasilkan tidak boleh berhenti sebagai laporan, inovasi tidak hanya menjadi prototipe, dan kerja sama tidak sekadar menjadi dokumen,” kata Dekan FPIK Unpatti, Yoisye Lopulalan.
Pernyataan tersebut mempertegas arah tema Dies Natalis ke-44 FPIK, yakni menjadikan pengetahuan dan inovasi sebagai instrumen perubahan. FPIK dituntut tidak hanya memperkuat reputasi akademik, tetapi juga memperluas manfaat hasil pendidikan, penelitian, dan kerja sama bagi masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil di Maluku.
Ketua Panitia Dies Natalis ke-44, Domey L. Moniharapon menyebut seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana melalui dukungan dan kerja sama berbagai pihak. Ia menilai Dies Natalis menjadi momentum bagi FPIK untuk melakukan refleksi atas kontribusinya sekaligus memperkuat inovasi, kolaborasi, dan kreativitas.
“Peringatan Dies Natalis menjadi momentum bagi FPIK untuk merefleksikan kontribusinya kepada masyarakat melalui inovasi, kolaborasi, dan kreativitas,” kata Ketua Panitia Dies Natalis ke-44 FPIK Unpatti, Domey L. Moniharapon.
Peringatan tersebut turut dimeriahkan pertunjukan seni mahasiswa. Selain menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis, kegiatan itu memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menampilkan kreativitas sekaligus memperkuat suasana kebersamaan dalam peringatan 44 tahun perjalanan FPIK Unpatti.
Dengan capaian lima program studi berstatus unggul dan target menuju akreditasi internasional, tantangan berikutnya bagi FPIK adalah memastikan peningkatan kualitas akademik benar-benar berjalan seiring dengan dampak sosial dan lingkungan. Bagi Maluku yang sangat bergantung pada sumber daya laut, penguatan FPIK bukan hanya agenda institusi pendidikan, melainkan bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia yang mampu mengelola potensi kelautan secara bertanggung jawab.(BM31)









