Ambon,
| Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Provinsi Maluku bersama DPC GAMKI Kota Ambon menggandeng Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada korban kebakaran di Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Minggu (6/9/2026). Bantuan diserahkan langsung di posko pengungsian yang berada di Kantor Desa Batu Merah.
Bantuan tersebut terdiri atas 25 karton air mineral, 15 karung beras ukuran 5 kilogram, 15 liter minyak goreng, 16 pak buku tulis, dan tiga lusin pena. Paket bantuan ditujukan kepada keluarga yang masih bertahan di lokasi pengungsian setelah kebakaran yang melanda kawasan tersebut pada 28 Agustus 2026.
Ketua DPD GAMKI Maluku, Samuel Patra Ritiauw, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian organisasi terhadap masyarakat yang terdampak bencana sosial. Menurut dia, kehadiran GAMKI tidak dimaksudkan untuk membedakan masyarakat berdasarkan latar belakang agama maupun kelompok.
“Jangan melihat kami datang dengan lambang yang kami pakai, tetapi kami hadir untuk semua kalangan. Ini rasa kemanusiaan sehingga kami datang karena kami adalah saudara,” kata Samuel Patra Ritiauw.
Ritiauw menjelaskan, GAMKI selama ini tidak hanya menjalankan fungsi pengaderan, tetapi juga terlibat dalam kegiatan sosial dan advokasi masyarakat. Ia menyebut organisasi tersebut pernah memberikan dukungan untuk pembangunan masjid di Banda Neira serta menjalankan sejumlah kegiatan kemanusiaan lainnya.
Penyerahan Bantuan oleh Pengurus DPD GAMKI Maluku dan DPC GAMKI Kota Ambon kepada Masyarakat Korban Kebakaran di Desa Batu Merah. (Dok: BM31News)
Menurut Ritiauw, kerja sama dengan BWS Maluku dalam penyaluran bantuan kali ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap korban bencana dapat dibangun melalui kolaborasi lintas lembaga. Ia berharap bantuan yang tersedia dapat dibagikan secara merata kepada seluruh kepala keluarga yang berada di posko pengungsian.
“Bantuan ini memang sedikit, tetapi kami berharap dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak kebakaran di Batu Merah,” ujarnya.
Selain kebutuhan pangan, GAMKI memberikan buku tulis dan pena untuk anak-anak korban kebakaran. Ritiauw menilai kebutuhan pendidikan tidak boleh terabaikan selama keluarga korban masih menghadapi proses pemulihan akibat bencana.
“Jangan dilihat dari nilai yang diberikan, tetapi ini bantuan rasa kemanusiaan dari kami untuk generasi muda Maluku agar tidak putus sekolah,” katanya.
Bantuan tersebut diterima langsung para pengungsi dan disaksikan kelompok Desa Tangguh Bencana (Destana) Batu Merah. Perwakilan Destana menyampaikan apresiasi atas kepedulian GAMKI dan BWS Maluku terhadap warga yang sedang menghadapi kondisi sulit.
“Kami berterima kasih kepada DPD dan DPC GAMKI yang telah meringankan beban para pengungsi. Walaupun datang dengan simbol yang berbeda, tetapi kita adalah sesama orang basudara,” ujar salah satu pengurus Destana Batu Merah.
Ritiauw juga meminta anggota DPRD Kota Ambon yang hadir dalam kegiatan tersebut untuk terus mengawal kebutuhan korban, terutama terkait hak-hak mereka dalam proses pemulihan pascakebakaran. Menurutnya, bantuan darurat harus diikuti perhatian terhadap kebutuhan jangka menengah dan panjang para korban.(BM31-01)











