Ambon,
| Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku mempercepat penanganan krisis air bersih akibat kekeringan dengan mendistribusikan ribuan liter air kepada warga di sejumlah wilayah Maluku pada 26-27 Agustus 2026. Bantuan menyasar Dusun Nahel, Gunung Nona, Negeri Amahusu, Kota Ambon, Desa Pasahari, Kabupaten Maluku Tengah, serta Desa Keffing, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT).
Di Dusun Nahel, BWS Maluku kembali mengirim 5.000 liter air bersih pada Kamis (27/8/2026) menggunakan satu unit mobil tangki. Tambahan tersebut membuat total bantuan yang diterima masyarakat setempat sejak 26 Agustus mencapai 18.000 liter.
Sehari sebelumnya, BWS Maluku telah menyalurkan 13.000 liter air bersih ke Dusun Nahel dengan tiga unit mobil tangki. Distribusi dilakukan setelah tim menerima laporan kebutuhan air dan berkoordinasi dengan kepala dusun serta RT setempat.
Di Kabupaten Maluku Tengah, BWS Maluku juga menyalurkan 4.000 liter air bersih ke RT 05 Desa Pasahari, Kecamatan Seram Utara, pada 26 Agustus. Penyaluran dilakukan menggunakan satu unit mobil tangki setelah pemerintah desa menyampaikan laporan kebutuhan air bersih.
Sementara itu, penanganan di Desa Keffing, Kecamatan Seram Timur, SBT, menghadapi tantangan geografis. BWS Maluku mengangkut 3.513 liter air bersih menggunakan speedboat dari Desa Aernanang menuju Keffing dengan jarak sekitar 8 kilometer.
Bantuan di Keffing ditujukan kepada sekitar 200 kepala keluarga atau 639 jiwa. Krisis air disebut telah dirasakan masyarakat selama kurang lebih satu bulan akibat kemarau, sementara sebagian warga masih mengandalkan air hujan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Distribusi bantuan air bersih di sejumlah wilayah di Maluku ini atas arahan dan perintah Bapak Dirjen SDA Kementerian PU, dalam antisipasi kekeringan sesuai slogan Cari, Temukan, dan Eksekusi, untuk mengatasi kekeringan di daerah,” kata Kepala BWS Maluku, Ruslan Malik.
Kondisi tersebut membuat sebagian warga Keffing harus mengeluarkan biaya tambahan untuk memperoleh air dengan menyewa speedboat menuju Aernanang. Bantuan pemerintah menjadi penting karena keterbatasan sumber air tidak hanya menyangkut kebutuhan domestik, tetapi juga beban ekonomi rumah tangga.
“Distribusi bantuan air bersih yang kami lakukan hari ini sebagai bentuk respons terhadap krisis air bersih yang dialami masyarakat Desa Keffing akibat kemarau ekstrem,” kata Ruslan kepada RRI di Bula melalui sambungan seluler, Kamis malam.
Selain bantuan darurat, BWS Maluku menyiapkan langkah lanjutan dengan mengirim tim survei ke Keffing. Tim akan mendeteksi potensi sumber air tanah dan sumber air lainnya sebagai bagian dari upaya mencari solusi yang lebih permanen.
Sekretaris Desa Keffing, Baharudin Mau, menyampaikan apresiasi atas respons pemerintah terhadap kondisi warga.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo, Pak Menteri PU, Pak Arnold selaku Dirjen SDA dan BWS Maluku karena sudah memberikan perhatiannya atas bencana krisis air bersih yang dialami warga kami,” ujar Baharudin.
BWS Maluku menyatakan penanganan kekeringan akan terus dilakukan melalui pemantauan, koordinasi dengan pemerintah daerah, distribusi air bersih, serta penanganan jaringan irigasi terdampak. Langkah tersebut menjadi penting agar respons terhadap kekeringan tidak berhenti pada bantuan sementara, tetapi berkembang menuju penyediaan sumber air yang lebih berkelanjutan.(BM31)





BWS Maluku Salurkan Bantuan Air Bersih Kepada Warga Desa Keffing, Kabupaten Seram Bagian Timur. (Dok: RRI)




