Ambon,
| Sebanyak 352 peserta mendaftarkan diri dalam Job Fair 2026 yang digelar Politeknik Negeri Ambon, Sabtu (15/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di Kampus Politeknik Negeri Ambon itu mempertemukan mahasiswa, alumni, dan pencari kerja dengan 15 Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) dari sektor pemerintah, BUMN, dan swasta yang datang langsung untuk menjaring kandidat potensial.
Job Fair 2026 mengusung tema “Terampil, Berinovasi, Berdaya Saing Global”. Kegiatan tersebut diikuti antara lain Ambon Sakti Motor, CV Dwi Jaya Lestari, Pegadaian, Mandiri Taspen, Otoritas Jasa Keuangan, Bank Syariah Indonesia, PT Prima Karya Sarana Sejahtera (PKSS), Angkasa Pura, PNM, Telkomsel, Jasa Raharja, Kantor Konsultan Pajak Adrianus Takndare, The Natsepa Hotel, FIF Group, dan Suzuki.
Besarnya jumlah pendaftar menunjukkan tingginya animo peserta terhadap akses langsung ke dunia kerja. Di sisi lain, kehadiran 15 DUDI membuat kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan antara kebutuhan industri dan kompetensi lulusan vokasi Politeknik Negeri Ambon.
Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Politeknik Negeri Ambon, Dwi Hariyanti, mengatakan job fair merupakan bagian dari komitmen kampus untuk menyiapkan lulusan yang mampu beradaptasi dan memasuki dunia kerja.
“Bahwa job fair yang dilakukan pada hari ini adalah merupakan salah satu bentuk kepedulian atau komitmen Politeknik Negeri Ambon dalam rangka khususnya menyiapkan lulusan yang memiliki kompetensi profesional adaptif dan siap masuk di dunia kerja,” kata Wakil Direktur 3 Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Dwi Hariyanti.
Menurut Dwi, kegiatan tersebut tidak diarahkan hanya untuk proses perekrutan tenaga kerja. Politeknik Negeri Ambon juga mendorong keberlanjutan kerja sama dengan industri melalui program magang, riset kolaboratif, serta penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja.
“Tentu harapan kita bahwa pelaksanaan job fair ini tidak sekedar melaksanakan perekrutan tenaga kerja, tetapi diharapkan berkelanjutan terutama terkait dengan magang, riset berkolaborasi, kemudian penyesuaian atau penyelarasan terhadap kurikulum,” kata Dwi Hariyanti.
Dari sisi industri, kehadiran perusahaan dalam job fair menunjukkan adanya kebutuhan untuk mendapatkan kandidat yang sesuai dengan karakter pekerjaan masing-masing. Kepala Cabang Bank Mandiri Taspen Ambon, Felix Ayanda, yang mewakili DUDI, menyebut pihaknya secara khusus datang untuk mencari kandidat dari Politeknik Negeri Ambon.
“Kami bisa hadir di sini untuk yang terutama kami mencarikan kandidat-kandidat terbaik dari Politeknik Negeri Ambon,” kata Kepala Cabang Bank Mandiri Taspen Ambon, Felix Ayanda.
Felix juga mengungkapkan bahwa pihaknya sebelumnya mempertimbangkan pelaksanaan job fair di sejumlah universitas. Namun, Bank Mandiri Taspen akhirnya memilih politeknik karena menilai karakter pendidikan vokasi lebih sesuai dengan kebutuhan mereka.
“Kami memilih sepertinya di politeknik yang lebih kompeten dan lebih cocok,” kata Felix Ayanda.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa job fair tidak sekadar menjadi agenda seremonial kampus. Peserta harus mampu menunjukkan kompetensi dan keunggulan masing-masing karena proses pertemuan dengan DUDI menjadi bagian dari penjaringan kandidat.
Politeknik Negeri Ambon juga meminta peserta mempersiapkan Curriculum Vitae (CV) dengan baik dan menyampaikan kompetensi mereka kepada perusahaan yang hadir. Langkah tersebut penting karena kesempatan memperoleh pekerjaan tetap bergantung pada proses seleksi dan kebutuhan masing-masing DUDI, sehingga kehadiran dalam job fair tidak otomatis berarti peserta diterima bekerja.
Dwi mengatakan kegiatan tersebut akan diarahkan menjadi agenda tahunan. Selain membuka akses rekrutmen bagi alumni dan mahasiswa tingkat akhir, keberlanjutan kegiatan diharapkan memperkuat hubungan antara pendidikan vokasi dan kebutuhan industri di Maluku.(BM31-01)









