Ambon,
| Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di kawasan Kezia, Dusun Siwang, Negeri Urimessing, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, sejak Sabtu malam hingga Minggu, 27 September 2026. Dua titik kebakaran terpantau pada Minggu siang dan penanganan dilakukan oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Ambon bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon.
Kepala Bidang Pengendalian Operasi Pemadaman dan Penyelamatan Damkar Kota Ambon, Yanes Hendrik Leinussa, mengatakan informasi mengenai kebakaran pertama kali diterima pada Sabtu malam. Saat itu, petugas mengerahkan satu unit armada karena baru ditemukan satu titik api.
Menurut Leinussa, titik api kembali muncul pada Minggu pagi. Kondisi tersebut mendorong Damkar menambah armada untuk menangani dua lokasi kebakaran sekaligus.
“Untuk sementara ini kami mengerahkan dua unit. Kami juga berkoordinasi untuk menambah armada, tetapi kami membutuhkan mobil suplai air. Karena itu, kami berkoordinasi dengan BPBD dan mobil tangki BPBD membantu menyuplai air,” kata Leinussa.
Sebanyak sekitar 12 personel Damkar dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman di dua titik. Petugas juga mendapat dukungan kendaraan tangki dari BPBD Kota Ambon untuk memenuhi kebutuhan air selama proses pemadaman.
Leinussa menjelaskan, salah satu titik kebakaran telah berhasil dipadamkan. Namun, petugas masih melakukan pemadaman pada titik lainnya karena api berada di kawasan berbukit dan mendekati permukiman warga.
“Medannya cukup sulit karena berbukit dan kami harus membawa kendaraan pemadam dengan tangki yang penuh. Namun, petugas tetap berupaya mencapai lokasi untuk melakukan pemadaman,” ujarnya.
Selain kondisi medan, keterbatasan ketersediaan air menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman. Kendaraan pemadam harus keluar dari lokasi untuk mengambil air dan kemudian kembali ke titik kebakaran guna melanjutkan pemadaman.
Petugas juga mengantisipasi agar api tidak merambat ke kawasan permukiman. Leinussa menyebut kepulan asap dari lokasi kebakaran telah terlihat hingga kawasan Kudamati, Kota Ambon.
Hingga berita ini diterbitkan, penyebab kebakaran belum dapat dipastikan. Belum ada kesimpulan apakah kebakaran disebabkan oleh aktivitas pembukaan atau perluasan lahan dengan cara membakar maupun faktor lainnya. Karena itu, informasi mengenai penyebab karhutla masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Leinussa mengingatkan masyarakat agar tidak membuka atau memperluas lahan dengan cara membakar, terutama apabila api tidak dapat diawasi hingga benar-benar padam.
“Saya berharap masyarakat tidak lagi memperluas lahan dengan cara membakar. Cara seperti itu dapat menimbulkan dampak yang menyulitkan banyak pihak, terutama apabila api ditinggalkan dan tidak diawasi,” katanya.
Hingga Minggu sore, personel Damkar Kota Ambon bersama BPBD masih melakukan pemadaman dan penanganan di lokasi. Petugas menargetkan proses pemadaman dapat diselesaikan pada hari yang sama, dengan tetap mempertimbangkan kondisi medan dan ketersediaan air.(BM31-01)





