Ambon,
| Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia (DPD PIKI) Provinsi Maluku menyalurkan bantuan seragam sekolah lengkap kepada 26 siswa SD Negeri Patahuwe yang rumahnya terdampak konflik di Negeri Patahuwe, Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB). Bantuan diserahkan di Posko Pengungsian, Jumat (25/9/2026), untuk mendukung kebutuhan pendidikan anak-anak yang masih mengungsi.
Sekretaris DPD PIKI Provinsi Maluku, Abraham Mariwy, mengatakan bantuan tersebut dihimpun secara sukarela dari jajaran PIKI setelah pihaknya memperoleh informasi bahwa kebutuhan pangan dan pakaian umum bagi pengungsi telah tersedia, sementara seragam sekolah masih menjadi kebutuhan anak-anak.
“PIKI merasa terpanggil untuk berbuat sesuatu bagi basudara di Patahuwe. Kami kemudian mengimbau anggota melalui grup PIKI untuk memberikan sumbangan secara sukarela,” kata Mariwy kepada BM31News di Ambon, Minggu (27/9/2026).
Abraham menjelaskan, berdasarkan data yang diterima dari pihak di lokasi, terdapat 26 anak yang rumahnya terbakar. PIKI kemudian meminta data usia dan ukuran pakaian serta sepatu setiap anak untuk memastikan bantuan yang diberikan sesuai kebutuhan masing-masing.
Bantuan yang disalurkan terdiri atas baju, celana untuk siswa laki-laki, rok untuk siswi perempuan, sepatu, dan kaos kaki. Bantuan tersebut diserahkan langsung kepada Kepala SD Negeri Patahuwe, Fonike Imelda Waele.
Menurut Abraham, keputusan memberikan seragam sekolah diambil setelah PIKI berkoordinasi dengan pihak Klasis GPM Taniwel dan sekolah. Sebelumnya, PIKI juga mempertimbangkan bantuan berupa peralatan dapur, tetapi kebutuhan tersebut telah dinyatakan tercukupi di lokasi pengungsian.
“Menurut koordinator di sana, kebutuhan pangan dan pakaian sudah terpenuhi. Yang masih dibutuhkan adalah seragam sekolah. Karena itu, kami membeli seragam sesuai daftar 26 anak tersebut,” ujarnya.
Kepala SD Negeri Patahuwe, Fonike Imelda Waele, membenarkan bantuan tersebut diterima untuk 26 siswa yang rumahnya terbakar. Ia mengatakan seluruh siswa Patahuwe saat ini masih berada di tempat pengungsian di Kecamatan Taniwel.
“Terima kasih kepada PIKI yang sudah membantu kami, khususnya untuk 26 siswa yang rumahnya terbakar. Semoga apa yang PIKI lakukan diberkati Tuhan Yang Maha Kuasa,” kata Waele saat dikonfirmasi BM31News melalui sambungan telepon.
Fonike menjelaskan, aktivitas pembelajaran sebelumnya sempat kembali berlangsung di SD Negeri Patahuwe selama satu pekan, dari Senin hingga Sabtu. Untuk mendukung kegiatan tersebut, siswa dan guru mendapat pengawalan serta antar-jemput dari aparat keamanan.
Namun, perkembangan situasi keamanan membuat sekolah kembali menyesuaikan pola pembelajaran. Fonike mengatakan pihak sekolah sedang berkoordinasi agar proses belajar mengajar sementara dilaksanakan di sekolah lain di Kecamatan Taniwel.
“Untuk sementara, kami berupaya menitipkan siswa di sekolah yang ada di kecamatan ini. Kami sudah berkoordinasi dengan kepala SD Kristen Taniwel. Sekolah mereka masuk pagi, sedangkan siswa SD Negeri Patahuwe akan masuk siang,” ujarnya.
Menurut Waele, penyesuaian tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi keamanan dan trauma yang masih dialami sebagian anak.
Waele berharap anak-anak tetap mendapatkan rasa aman, keselamatan, dan kenyamanan sehingga secara bertahap dapat mengurangi trauma dan kembali mengikuti proses pendidikan secara normal.
“Harapannya, anak-anak ini mendapatkan keamanan, keselamatan, dan kenyamanan. Supaya trauma mereka berangsur-angsur hilang dan kami bisa kembali berproses seperti biasa,” tutup Waele.(BM31-01)





