BM31News
BM31News
BM31News
BM31News

Lonjakan Mahasiswa Kedokteran Tekan Pendidikan Profesi, FK Unpatti Susun Renstra 2026-2030 untuk Perkuat Rumah Sakit Pendidikan

Renstra 2026-2030 disiapkan untuk menjaga kualitas pendidikan dokter di tengah meningkatnya jumlah mahasiswa dan keterbatasan wahana pendidikan klinik.

Ambon, | Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura (FK Unpatti) mulai menyusun Rencana Strategis (Renstra) 2026-2030 sebagai langkah menjawab tantangan meningkatnya jumlah mahasiswa kedokteran yang tidak lagi sebanding dengan kapasitas pendidikan profesi. Isu tersebut menjadi fokus dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Zest Hotel Ambon, Kamis (30/7/2026), dengan melibatkan pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, organisasi profesi, alumni, dosen, mahasiswa, dan berbagai pemangku kepentingan. Forum ini diarahkan untuk merumuskan strategi menjaga mutu pendidikan dokter di tengah meningkatnya kebutuhan tenaga kesehatan di Maluku.

Rektor Universitas Pattimura menjelaskan bahwa penyusunan Renstra menjadi momentum untuk mengevaluasi capaian sekaligus merumuskan arah pengembangan fakultas dalam lima tahun mendatang. Menurutnya, peningkatan jumlah fakultas kedokteran di Indonesia yang didorong pemerintah harus diimbangi dengan upaya menjaga kualitas lulusan, sehingga pendidikan dokter tidak hanya mengejar kuantitas, tetapi juga mutu.

“Pertanyaan besar bagi kita bukan hanya bagaimana meningkatkan produktivitas lulusan, tetapi bagaimana menjamin kualitas lulusan yang dihasilkan. Kualitas lulusan ditentukan oleh kualitas input mahasiswa, proses pembelajaran, sarana dan prasarana, tata kelola, hingga outcome dan dampaknya bagi masyarakat,” kata Rektor Universitas Pattimura, Fredy Leiwakabessy.

Rektor mengungkapkan, kapasitas ideal penerimaan mahasiswa baru Fakultas Kedokteran sekitar 150 orang setiap tahun. Namun, dalam lima tahun terakhir jumlah mahasiswa yang diterima berkisar antara 175 hingga 200 orang. Kondisi tersebut meningkatkan beban penyelenggaraan pendidikan profesi, terutama karena ketersediaan rumah sakit pendidikan, stase klinik, dan dokter spesialis pembimbing masih terbatas.

Menurutnya, keterbatasan wahana pendidikan klinik berdampak pada bertambahnya masa tunggu mahasiswa untuk memasuki tahapan pendidikan profesi. Situasi ini menjadi tantangan yang harus diantisipasi melalui penguatan tata kelola, pengembangan jejaring rumah sakit pendidikan, serta penyusunan kebijakan strategis yang lebih adaptif agar mutu pendidikan tetap terjaga.

BM31News

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura menjelaskan bahwa penyusunan Renstra 2026-2030 dilakukan melalui pendekatan partisipatif dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Keterlibatan pemerintah daerah, dinas kesehatan, rumah sakit, organisasi profesi, alumni, mahasiswa, dosen, dan pengguna lulusan diharapkan menghasilkan dokumen perencanaan yang sesuai dengan kebutuhan pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan.

“Forum ini menjadi ruang untuk mengkalibrasi kembali capaian Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura, baik dari indikator kinerja utama maupun program-program unggulan yang telah dijalankan,” kata Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura.

Sebagai satu-satunya fakultas kedokteran negeri di Provinsi Maluku, FK Unpatti selama ini menjadi pemasok utama tenaga dokter bagi rumah sakit dan puskesmas di berbagai kabupaten dan kota. Karena itu, evaluasi terhadap kualitas lulusan tidak hanya diukur dari jumlah dokter yang dihasilkan, tetapi juga dari kontribusinya terhadap peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat di daerah.

Dalam forum tersebut, fakultas juga memaparkan penguatan Academic Health System berbasis kepulauan melalui pengembangan Rural Clinical School. Program ini dirancang agar mahasiswa memperoleh pengalaman pendidikan klinik di rumah sakit daerah dan puskesmas di berbagai kabupaten, sekaligus memperluas kapasitas wahana pendidikan profesi melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah.

Berbagai masukan dan rekomendasi yang disampaikan peserta FGD akan menjadi dasar penyempurnaan Renstra Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura 2026-2030 sebelum ditetapkan secara final. Melalui dokumen tersebut, fakultas menargetkan terbangunnya sistem pendidikan kedokteran yang lebih adaptif, mampu menjaga kualitas lulusan, serta responsif terhadap kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah kepulauan Maluku.(BM31)

📢 Ikuti BM31News untuk dapatkan berita terbaru
⚠️ DISCLAIMER: Konten BM31News.com dilindungi undang-undang. Dilarang mengutip, menyalin, memuat ulang sebagian atau seluruh isi artikel ini dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari redaksi BM31News.com.

BM31NEWS

@bm31news.com

Ikuti akun resmi BM31NEWS di TikTok

Follow

Hak Cipta BM31News. Dilindungi undang-undang.

error: Konten Dilindungi !