BM31News
BM31News
BM31News

Bupati Maluku Tengah Dorong Guru Tingkatkan Kompetensi dan Perkuat Kolaborasi Melalui TPN XIII

Temu Pendidik Nusantara XIII menjadi forum strategis bagi guru di Maluku Tengah untuk berbagi inovasi, memperkuat jejaring, dan meningkatkan kualitas pendidikan hingga ke wilayah terpencil.

Masohi, | Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, menegaskan pentingnya peran guru sebagai ujung tombak pembangunan sumber daya manusia yang unggul. Karena itu, para pendidik di Kabupaten Maluku Tengah diharapkan terus meningkatkan kapasitas diri, menyerap ilmu pengetahuan sebanyak mungkin, serta membagikan praktik-praktik terbaik yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah guna mencetak generasi yang cerdas, kreatif, dan berdaya saing.

Selain meningkatkan kompetensi, para guru juga didorong untuk memperkuat kolaborasi dan solidaritas antarsesama pendidik dalam menghadapi berbagai tantangan pendidikan yang masih ditemui di lapangan.

Pesan tersebut disampaikan Bupati Maluku Tengah dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten Sekretaris Daerah Bidang Administrasi Umum, Halid Pattisahusiwa, saat membuka kegiatan Temu Pendidik Nusantara (TPN) XIII Tingkat Kabupaten Maluku Tengah yang berlangsung di Lantai III Kantor Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (BAPPLITBANGDA) Maluku Tengah, Sabtu (20/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Maluku Tengah Husen Mukadar, Provincial Manager Inovasi Provinsi Maluku, Ketua dan Pengurus DPC Federasi Guru Independen Indonesia (FGII) Kabupaten Maluku Tengah, Pimpinan Cabang Bank Maluku Maluku Utara Masohi, Komunitas Guru Belajar Nusantara (KGBN), serta 30 siswa penerima beasiswa berprestasi.

Dalam sambutannya, Bupati Zulkarnain Awat Amir menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya TPN XIII Tahun 2026 yang dinilai sebagai forum strategis untuk memperkuat jejaring antarguru, merefleksikan praktik-praktik baik dalam pembelajaran, serta menghadirkan inovasi yang mampu meningkatkan kualitas pendidikan di Maluku Tengah.

“Temu Pendidik Nusantara bukan sekadar ajang pertemuan, tetapi merupakan ruang kolaboratif yang mempertemukan para pendidik untuk saling belajar, berbagi pengalaman, dan menghadirkan solusi terhadap berbagai tantangan pendidikan yang dihadapi sekolah,” demikian isi sambutan Bupati.

Menurutnya, tema “Cita-Cita Kolektif: Kewargaan Desa Dunia” sangat relevan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah dalam mewujudkan pemerataan dan peningkatan mutu pendidikan hingga ke wilayah-wilayah terpencil.

Pemerintah daerah, lanjutnya, berkomitmen memastikan layanan pendidikan yang berkualitas tidak hanya dinikmati masyarakat di kawasan perkotaan, tetapi juga menjangkau seluruh negeri, wilayah pesisir, kepulauan, hingga daerah pegunungan yang tersebar di Kabupaten Maluku Tengah.

Bupati menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya bertujuan menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga harus mampu membentuk karakter peserta didik yang kuat, berbudaya, menghargai kearifan lokal, serta memiliki wawasan global yang mampu menjawab tantangan zaman.

“Pendidikan harus melahirkan generasi yang tetap berakar pada nilai-nilai budaya lokal, namun memiliki kemampuan untuk bersaing dan berkontribusi dalam dunia yang semakin terbuka,” ujarnya.

Lebih lanjut, Zulkarnain menekankan bahwa guru memiliki posisi yang sangat strategis dalam menentukan masa depan daerah. Oleh karena itu, para pendidik dituntut untuk terus belajar, berinovasi, dan beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi.

Ia mengakui bahwa hingga saat ini dunia pendidikan masih menghadapi berbagai tantangan, baik terkait kualitas pembelajaran, pemerataan akses pendidikan, maupun peningkatan kompetensi tenaga pendidik.

Melalui forum TPN XIII, para guru diharapkan mampu memperkuat semangat belajar sepanjang hayat, membangun budaya kolaborasi, serta berani keluar dari zona nyaman untuk menghadirkan perubahan positif di lingkungan sekolah masing-masing.

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung berbagai program peningkatan kapasitas dan kompetensi guru melalui kebijakan yang inklusif dan merata hingga ke tingkat kecamatan, desa, dan negeri di seluruh wilayah Maluku Tengah.

Dukungan tersebut dinilai penting untuk memastikan terwujudnya transformasi pendidikan yang berkelanjutan serta mampu menghasilkan sumber daya manusia yang unggul sebagai fondasi pembangunan daerah di masa depan.(BM31-02)

📢 Ikuti BM31News untuk dapatkan berita terbaru
⚠️ DISCLAIMER: Konten BM31News.com dilindungi undang-undang. Dilarang mengutip, menyalin, memuat ulang sebagian atau seluruh isi artikel ini dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari redaksi BM31News.com.

BM31NEWS

@bm31news.com

Ikuti akun resmi BM31NEWS di TikTok

Follow