Masohi,
| PDI Perjuangan menetapkan Kota Masohi sebagai zona istimewa pembukaan Liga Kampung Soekarno Cup U-17 2026. Pembukaan simbolis turnamen sepak bola usia muda itu berlangsung di Lapangan Mapolres Maluku Tengah, Sabtu (16/5/2026), dan menjadi titik awal pelaksanaan kompetisi di empat zona, yakni Masohi, Bula, Kairatu, dan Kota Ambon. Penetapan Masohi dinilai bukan sekadar keputusan teknis, melainkan bagian dari upaya membangun nasionalisme dan regenerasi talenta sepak bola Maluku dari Tanah Pattimura.
Ketua DPRD Maluku sekaligus Ketua DPD PDIP Maluku, Benhur Watubun, mengatakan Masohi dipilih karena memiliki nilai sejarah yang kuat bagi perjuangan bangsa Indonesia. Menurut dia, Maluku Tengah merupakan tanah kelahiran semangat perjuangan Thomas Matulessy sekaligus daerah yang memiliki hubungan historis dengan Soekarno.
“Masohi kami jadikan lokasi pembukaan simbolis karena daerah ini memiliki nilai sejarah perjuangan Pattimura dan menjadi bagian penting dari jejak Bung Karno di Maluku,” kata Benhur Watubun.
Ia menjelaskan, Soekarno Cup U-17 tidak hanya diarahkan sebagai ajang olahraga semata. PDIP ingin menjadikan kompetisi tersebut sebagai ruang pembinaan karakter generasi muda melalui semangat nasionalisme, gotong royong, dan persatuan masyarakat Maluku. Menurutnya, olahraga sepak bola memiliki kekuatan menyatukan anak-anak muda lintas daerah dan latar belakang sosial.
Kompetisi itu juga diproyeksikan menjadi wadah pencarian bibit unggul sepak bola Maluku yang nantinya dapat bersaing di tingkat nasional. Para pemain terbaik dari empat zona akan diseleksi untuk mewakili Provinsi Maluku pada ajang Liga Soekarno Cup 2027 di Surabaya, Jawa Timur. Karena itu, penyelenggara melibatkan perangkat pertandingan dari Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia atau PSSI.
“Kami sengaja melibatkan wasit dari PSSI agar kompetisi berjalan profesional sekaligus melahirkan pemain muda yang benar-benar berkualitas,” ujar Benhur Watubun.
Selain sepak bola, PDIP Maluku juga berencana mengembangkan kegiatan seni, budaya, dan olahraga lainnya di sejumlah daerah. Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari strategi membangkitkan minat dan bakat generasi muda Maluku agar lebih aktif dalam kegiatan positif dan kompetitif. Program itu juga diarahkan untuk memperkuat identitas budaya lokal di tengah perkembangan zaman.
Pelaksanaan Soekarno Cup U-17 mendapat perhatian masyarakat karena dinilai membuka ruang baru bagi pembinaan atlet usia muda di Maluku. Selama ini, sejumlah kalangan menilai potensi sepak bola Maluku cukup besar, namun belum ditopang kompetisi berjenjang dan berkelanjutan. Kehadiran turnamen antarwilayah itu diharapkan dapat menjadi jalur pembinaan yang lebih terstruktur.
Di sisi lain, pengamat olahraga daerah menilai keberlanjutan program menjadi faktor penting agar kompetisi tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan. Pembinaan pemain, dukungan infrastruktur, serta keterlibatan klub dan sekolah sepak bola disebut menjadi kunci lahirnya talenta baru dari Maluku. Hingga berita ini diterbitkan, pelaksanaan pertandingan di empat zona masih berjalan sesuai jadwal panitia.(BM31-02)





