BM31News
BM31News

Persiapan Yubileum 100 Tahun TMM Ambon Dimatangkan, Libatkan Tamu Internasional hingga Vatikan

Konsolidasi panitia dan agenda internasional menjadi fokus utama menuju perayaan satu abad Tarekat Maria Mediatrix

Ambon, | Menjelang perayaan Yubileum 100 tahun Tarekat Maria Mediatrix (TMM) yang akan dipuncaki pada 1 Mei 2027 di Ambon, panitia pelaksana terus mematangkan persiapan melalui rapat koordinasi intensif. Rapat terbaru yang digelar di ruang makan Generalat TMM Benteng, Kamis (9/4/2026), dipimpin Ketua II panitia, Ferdinandus F. Tasso dengan arahan langsung dari Pimpinan Umum TMM, Sr. Epiphany Ongirwalu. Agenda ini menjadi bagian dari konsolidasi menyeluruh guna memastikan kesiapan teknis, konseptual, dan partisipatif menjelang peluncuran resmi (launching) rangkaian kegiatan pada 1 Mei 2026 serta puncak perayaan satu abad tarekat pada 2027.

Rapat koordinasi tersebut mengurai progres kerja tiap seksi, termasuk penyusunan program kegiatan yang akan melibatkan internal tarekat dan umat secara luas. Sejumlah agenda strategis dipaparkan, mulai dari kegiatan rekoleksi, ret-ret, seminar internal, hingga keterlibatan lintas wilayah pelayanan TMM di Indonesia dan luar negeri.

Dalam arahannya, Pimpinan Umum TMM menegaskan bahwa perayaan satu abad bukan sekadar seremoni, melainkan momentum refleksi mendalam atas perjalanan spiritual dan karya pelayanan tarekat sejak berdiri pada 1927.

“Perayaan ini adalah momentum refleksi, syukur, dan pembaruan karya pelayanan. Seluruh panitia harus bekerja dalam semangat kebersamaan dan tanggung jawab,” kata Pimpinan Umum TMM, Epiphany Ongirwalu.

Rapat ini juga mematangkan agenda launching yang dijadwalkan berlangsung pada 1 Mei 2026 di Gedung Yohanes Paulus II (Katolik Center) Ambon. Kegiatan tersebut akan diawali dengan rangkaian seminar internal dan ret-ret bagi para suster TMM yang berlangsung pada 26-28 April 2026.

Sekitar 30 lebih peserta dari berbagai wilayah pelayanan TMM dijadwalkan hadir, termasuk para suster pengurus yayasan, kepala komunitas, serta perwakilan dari Papua, Maluku Tenggara (Kei), Kepulauan Tanimbar, Pulau Jawa, Kalimantan, hingga Timor Leste.

“Mereka suster-suster yang datang ini adalah pengurus-pengurus yayasan, dengan suster-suster kepala dan lain sebagainya. Mereka datang sekitar 30-an lebih, kemudian dua narasumber selesai kegiatan langsung mereka pulang,” kata Pimpinan Umum TMM, Epiphany Ongirwalu.

Selain kegiatan internal, panitia juga menyiapkan skala perayaan yang lebih luas pada puncak Yubileum 2027 dengan menghadirkan tamu-tamu kehormatan dari dalam dan luar negeri. Dalam audiensi dengan Uskup Diosis Amboina, disepakati undangan kepada para uskup dari wilayah pelayanan TMM serta Duta Besar Tahta Suci Vatikan untuk Indonesia.

“Koordinasi kami dengan bapak Uskup, kita undang tamu-tamu dari keuskupan dimana para Tarekat Maria Mediatrix berkarya. Selain itu, kita juga undang Duta Besar Tahta Suci Vatikan untuk Indonesia,” kata Pimpinan Umum TMM, Epiphany Ongirwalu.

Duta Vatikan dijadwalkan tiba di Ambon sehari sebelum puncak acara dan akan mengikuti rangkaian kunjungan ke sejumlah lokasi rohani, termasuk Goa Maria Air Louw, Susteran Waiyare, dan Panti Asuhan Ahuru. Kunjungan ini sekaligus menjadi simbol pengakuan atas kontribusi TMM dalam pelayanan sosial dan keagamaan.

Secara historis, Tarekat Maria Mediatrix didirikan pada 1 Mei 1927 di Langgur, Maluku Tenggara, oleh Mgr. Yohanes Aerts, sebagai bagian dari karya misi Gereja di wilayah Vikariat Apostolik New Guinea. Tarekat ini lahir dari konteks pelayanan kepada masyarakat kecil dan berkembang menjadi salah satu tarekat pribumi yang memiliki jaringan pelayanan luas, mencakup Maluku, Papua, Jawa, Kalimantan, hingga Timor Leste.

Dalam penutup arahannya, Pimpinan Umum kembali menegaskan identitas dasar tarekat sebagai bagian dari rakyat kecil yang terpanggil untuk melayani.

“Tarekat ini lahir dari kandungan rakyat kecil. Kehadiran panitia ini adalah representasi umat yang melanjutkan karya ilahi tersebut,” kata Pimpinan Umum TMM, Epiphany Ongirwalu.

Melalui rangkaian persiapan yang semakin intensif dan terstruktur, panitia menargetkan perayaan Yubileum 100 tahun TMM tidak hanya berlangsung sukses secara seremonial, tetapi juga memberikan dampak spiritual dan sosial yang luas bagi Gereja dan masyarakat. (BM31-05)

📢 Ikuti BM31News untuk dapatkan berita terbaru
⚠️ DISCLAIMER: Konten BM31News.com dilindungi undang-undang. Dilarang mengutip, menyalin, memuat ulang sebagian atau seluruh isi artikel ini dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari redaksi BM31News.com.

BM31NEWS

@bm31news.com

Ikuti akun resmi BM31NEWS di TikTok

Follow