BM31News
BM31News
BM31News
BM31News BM31News BM31News

Bupati Maluku Tengah Apresiasi Tradisi Pukul Sapu Lidi di Morella sebagai Warisan Budaya Pemersatu

Tradisi adat tahunan di Morella ditegaskan sebagai simbol persatuan, keberanian, dan warisan budaya Maluku Tengah

Morela-Malteng, | Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah menegaskan komitmennya dalam mendukung pelestarian adat dan budaya lokal, termasuk tradisi Pukul Sapu Lidi yang rutin digelar setiap tahun di Negeri Latu Hausihu Morella, Kecamatan Leihitu, usai perayaan Idulfitri.

Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, menyampaikan apresiasi tinggi atas konsistensi masyarakat dalam menjaga dan melestarikan tradisi tersebut. Menurutnya, kegiatan adat seperti Pukul Sapu Lidi tidak hanya menjadi bagian dari identitas budaya, tetapi juga memperkuat nilai-nilai sosial di tengah masyarakat.

“Pemerintah daerah bersama masyarakat Maluku Tengah sangat mendukung setiap pelaksanaan kegiatan adat dan budaya di negeri-negeri adat, termasuk tradisi Pukul Sapu Lidi di Morella,” ujar Bupati dalam sambutannya, Sabtu (28/3/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Gubernur Maluku, Kapolda Maluku, Pangdam XV/Pattimura, pimpinan OPD Provinsi Maluku, jajaran Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah, unsur Kecamatan Leihitu, para raja, tokoh agama, tokoh adat, serta masyarakat setempat.

Bupati menegaskan, Tradisi Pukul Sapu Lidi merupakan warisan budaya yang sarat nilai filosofis. Tradisi ini tidak sekadar menampilkan atraksi fisik, tetapi juga mengandung pesan tentang keberanian, sportivitas, keteguhan hati, serta semangat persaudaraan yang diwariskan secara turun-temurun.

Ia menambahkan, keberadaan tradisi adat di setiap negeri merupakan kekuatan sosial yang menjaga harmoni masyarakat sekaligus menjadi aset budaya bernilai tinggi yang harus dijaga lintas generasi.

Lebih lanjut, Bupati menyatakan optimisme terhadap semangat masyarakat Morella dalam mempertahankan adat istiadat sebagai identitas budaya yang tetap hidup dan menjadi kebanggaan bersama.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa pelestarian saja tidak cukup. Tradisi tersebut juga harus terus diperkenalkan secara luas sebagai kekayaan budaya daerah Maluku Tengah.

“Makna dari Pukul Sapu Lidi adalah kebersamaan. Kekuatan sapu lidi tidak terletak pada satu batang, melainkan pada ikatan yang menyatukannya. Dalam tradisi ini, yang diuji bukan hanya ketahanan fisik, tetapi juga ketulusan untuk tetap bersaudara,” tegasnya.

Bupati berharap momentum pelaksanaan tradisi ini dapat semakin memperkuat persatuan, menjaga kedamaian, serta meneguhkan budaya sebagai jati diri masyarakat Maluku Tengah, khususnya di Negeri Morella dan wilayah Leihitu pada umumnya. (BM31-02)


Dapatkan berita terbaru dari BM31News.com langsung di ponsel Anda! Klik untuk bergabung di Channel WhatsApp dan Telegram kami sekarang juga.

BM31NEWS

@bm31news.com

Ikuti akun resmi BM31NEWS di TikTok

Follow