BM31News
BM31News
BM31News
BM31News BM31News BM31News

Bupati Maluku Tengah Pastikan Dua Proyek Strategis Nasional Senilai Rp640 Miliar Segera Dibangun

Investasi besar sektor perkebunan dorong hilirisasi, lapangan kerja, dan ekspor komoditas unggulan Maluku Tengah

Masohi, | Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah memastikan pembangunan dua Proyek Strategis Nasional (PSN) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan total nilai investasi mencapai Rp640 miliar akan segera direalisasikan.

Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, dalam keterangan resminya yang diterima media, Sabtu (28/3/2026), menyatakan dua proyek tersebut akan dibangun di wilayah perkebunan Awaiya, Negeri Liang, Kecamatan Teluk Elpaputih.

“Dalam waktu dekat, akan segera dibangun dua PSN di Kabupaten Maluku Tengah yang dikenal dengan julukan Pamahanunusa,” ujar Zulkarnain.

Dua proyek dimaksud meliputi pembangunan pabrik pengolahan kelapa terintegrasi dengan nilai investasi Rp500 miliar dan pabrik pengolahan pala senilai Rp140 miliar.

Menurut Zulkarnain, pembangunan ini merupakan bagian dari kebijakan pemerintah pusat dalam mendukung program swasembada pangan yang dicanangkan Presiden RI, Prabowo Subianto, melalui hilirisasi komoditas perkebunan serta peningkatan produksi pertanian nasional, khususnya di Maluku Tengah sebagai salah satu daerah tertua di Provinsi Maluku.

Selain memperkuat ketahanan pangan, kedua proyek ini juga diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan daerah, membuka lapangan kerja baru, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai negara agraris di tingkat global. Program ini sejalan dengan agenda pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah pusat menggandeng PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) sebagai mitra strategis. Perusahaan pelat merah tersebut diharapkan mampu menjembatani potensi petani lokal dengan teknologi industri modern sekaligus membuka akses pasar global.

Zulkarnain menegaskan, proses pembangunan diperkirakan dimulai pada Mei atau Juni 2026, yang ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking). Kegiatan tersebut direncanakan akan dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

Secara teknis, pabrik kelapa terintegrasi dirancang memiliki kapasitas pengolahan hingga 300 ribu butir kelapa per hari. Produk turunannya meliputi Medium Chain Triglycerides (MCT), tepung kelapa, dan arang aktif yang ditargetkan untuk pasar domestik maupun ekspor.

Sementara itu, pabrik pengolahan pala akan difokuskan pada produksi oleoresin berkualitas tinggi yang menyasar pasar ekspor premium. Oleoresin merupakan ekstrak hasil olahan biji pala yang banyak digunakan dalam industri makanan, kosmetik, hingga farmasi.

“Ini bukan sekadar proyek industri, tetapi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat, peningkatan kesejahteraan ekonomi, serta pembukaan lapangan kerja seluas-luasnya bagi masyarakat,” tegas Zulkarnain.(BM31-02)


Dapatkan berita terbaru dari BM31News.com langsung di ponsel Anda! Klik untuk bergabung di Channel WhatsApp dan Telegram kami sekarang juga.

BM31NEWS

@bm31news.com

Ikuti akun resmi BM31NEWS di TikTok

Follow