BM31News
BM31News
BM31News
BM31News BM31News BM31News

Satu Orang Tewas dalam Bentrokan Pemuda di Maluku Tenggara, Polisi Kerahkan 22 Personel BKO

Konflik antar kelompok pemuda di Maluku Tenggara memicu pengerahan personel BKO untuk menjaga stabilitas keamanan

Tual, | Sebanyak 22 personel Polres Tual diterjunkan sebagai Bantuan Kendali Operasi (BKO) ke Polres Maluku Tenggara guna memperkuat pengamanan pasca bentrokan antar kelompok pemuda di Desa Danar Ternate, Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan, Kabupaten Maluku Tenggara, yang terjadi pada Kamis (26/3/2026) malam hingga Jumat (27/3/2026) dini hari. Insiden tersebut melibatkan dua kelompok pemuda dari Kompleks Ohoitom dan Kompleks Danar Ternate, mengakibatkan satu warga meninggal dunia, tiga warga mengalami luka-luka, serta tiga personel kepolisian turut mengalami cedera dalam upaya pengamanan.

Bentrokan dipicu oleh kesalahpahaman antar pemuda yang berkembang menjadi aksi kekerasan terbuka. Kedua kelompok terlibat saling serang menggunakan batu dan panah wayer, sehingga situasi dengan cepat berubah menjadi tidak terkendali. Ketegangan yang meningkat dalam waktu singkat menyebabkan aparat kepolisian harus segera turun tangan untuk mencegah eskalasi konflik yang lebih luas.

Menanggapi laporan masyarakat, jajaran kepolisian bergerak cepat dengan mengerahkan personel ke lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan dan pemisahan massa. Upaya tersebut dilakukan untuk meredam konflik sekaligus melindungi warga yang tidak terlibat langsung dalam bentrokan.

Untuk memperkuat pengamanan, KabagOps Polres Tual Kompol La Ode Arif Jaya mengirimkan 22 personel BKO yang dipimpin oleh IPDA Nelson Grey Jalmav. Kehadiran personel tambahan ini difokuskan pada pengendalian situasi keamanan serta pencegahan potensi bentrokan susulan di wilayah terdampak.

Kapolres Maluku Tenggara menegaskan bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan penyelidikan mendalam guna mengungkap akar persoalan serta mengidentifikasi para pelaku yang terlibat dalam insiden tersebut.

“Kami akan mengambil tindakan hukum yang tegas terhadap setiap pelaku yang terbukti bersalah, sekaligus terus melakukan upaya pendamaian dan penyuluhan agar tidak terjadi konflik kembali,” kata Kapolres Maluku Tenggara.

Selain langkah penegakan hukum, aparat kepolisian juga mengedepankan pendekatan persuasif dengan melibatkan tokoh masyarakat setempat guna mendorong rekonsiliasi antar kelompok yang bertikai. Pendekatan ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas sosial dalam jangka panjang.

Sementara itu, tim medis telah memberikan penanganan intensif kepada para korban luka. Jenazah korban meninggal dunia telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan sesuai dengan adat istiadat setempat. Aparat kepolisian juga terus meningkatkan patroli di sejumlah titik rawan guna memastikan situasi tetap kondusif.

Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya peran semua pihak, baik aparat keamanan, pemerintah daerah, maupun masyarakat dalam menjaga stabilitas dan mencegah konflik horizontal yang berpotensi merusak tatanan sosial di wilayah Maluku Tenggara. (BM31)


Dapatkan berita terbaru dari BM31News.com langsung di ponsel Anda! Klik untuk bergabung di Channel WhatsApp dan Telegram kami sekarang juga.

BM31NEWS

@bm31news.com

Ikuti akun resmi BM31NEWS di TikTok

Follow