BM31News
BM31News
BM31News
BM31News BM31News BM31News

Universitas Pattimura Resmi Buka Dua Program Studi Baru: Pembangunan Sosial dan Oseanografi

Penambahan dua program studi baru memperluas jangkauan akademik Unpatti sekaligus memperkuat posisi universitas dalam mendukung pembangunan nasional berbasis keilmuan strategis.

Ambon, | Universitas Pattimura (Unpatti) resmi menambah dua program studi baru, yakni Program Studi Pembangunan Sosial dan Program Studi Oseanografi, setelah menerima Surat Keputusan izin pembukaan dari Kepala LLDIKTI Wilayah XII, Jantje Eduard Lekatompessy, kepada Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Sistem Informasi, Ruslan H. S. Tawari, dalam seremoni resmi di ruang kerja Rektor Unpatti, Jumat (10/10/2025).

Penambahan ini menandai peningkatan jumlah program sarjana Unpatti menjadi 82 program studi aktif.

Dalam sambutannya, Ruslan H. S. Tawari menegaskan bahwa kehadiran dua program studi baru ini merupakan langkah strategis universitas dalam memperkuat kontribusi keilmuan yang relevan dengan kebutuhan nasional dan regional, sekaligus memperluas ruang akademik bagi pengembangan sumber daya manusia unggul.

“Tantangan kita adalah menyiapkan akreditasi minimal terhadap dua program studi baru ini dengan skema akreditasi yang baru tentunya terakreditasi baik atau bahkan unggul. Kami akan berupaya agar kedua program studi ini dapat memenuhi standar tersebut,” kata Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Sistem Informasi, Ruslan H. S. Tawari.

BM31News

Ia menambahkan bahwa Unpatti tengah menyiapkan tenaga pendidik, tenaga kependidikan, serta strategi sosialisasi untuk memperkenalkan kedua program studi tersebut ke masyarakat luas. Program Oseanografi, menurutnya, menjadi bidang yang langka di Indonesia, sementara Pembangunan Sosial hanya ditawarkan di segelintir universitas.

“Program Studi Oseanografi merupakan bidang yang luar biasa dan cukup langka, sehingga perlu kerja keras dalam menarik minat mahasiswa. Sementara Program Studi Pembangunan Sosial menjadikan Universitas Pattimura sebagai salah satu dari sedikit universitas di Indonesia yang memiliki program studi tersebut,” lanjut Ruslan.

Ia menegaskan, tahap awal pelaksanaan akademik akan dimulai dengan perekrutan lima dosen tetap dan 30–40 mahasiswa baru, sesuai standar minimum akreditasi. Langkah ini diharapkan menjadi fondasi menuju pencapaian akreditasi unggul universitas secara keseluruhan.

Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah XII, Jantje Eduard Lekatompessy, dalam sambutannya menilai penambahan dua program studi ini sebagai tonggak penting dalam memperkuat posisi Unpatti sebagai universitas utama di kawasan timur Indonesia.

“Dengan bertambahnya dua program studi baru ini, Universitas Pattimura kini memiliki 82 program studi. Ini merupakan kemajuan besar yang akan menambah sumber daya dan memperkuat kontribusi universitas dalam mempersiapkan SDM unggul untuk pembangunan di kawasan timur Indonesia,” kata Jantje Eduard Lekatompessy.

Ia juga menekankan pentingnya peningkatan akreditasi program studi dan institusi, serta memperkuat kolaborasi antarperguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, melalui pendampingan berkelanjutan oleh LLDIKTI.

“Kita perlu saling belajar dan mendampingi. LLDIKTI akan terus berperan sebagai mentor bagi perguruan tinggi agar mutu pendidikan tinggi di wilayah timur semakin merata dan berkualitas,” tegasnya.

Kehadiran Program Studi Oseanografi dipandang strategis bagi pengembangan riset kelautan di Maluku, wilayah dengan 92 persen perairan laut, serta mendukung kebijakan pemerintah dalam sektor ekonomi biru dan pengelolaan sumber daya laut berkelanjutan.

Sementara itu, Program Studi Pembangunan Sosial diharapkan dapat melahirkan akademisi dan praktisi yang berperan dalam penguatan kebijakan sosial, pemberdayaan masyarakat dan penataan pembangunan daerah berbasis nilai-nilai sosial kemanusiaan.

Kegiatan penyerahan SK dua program studi baru ini ditutup dengan sesi foto bersama antara pimpinan Unpatti, perwakilan fakultas dan jajaran LLDIKTI Wilayah XII sebagai simbol komitmen bersama terhadap peningkatan mutu pendidikan tinggi di Maluku dan kawasan timur Indonesia. (BM31)

📢 Ikuti BM31News untuk dapatkan berita terbaru
⚠️ DISCLAIMER: Konten BM31News.com dilindungi undang-undang. Dilarang mengutip, menyalin, memuat ulang sebagian atau seluruh isi artikel ini dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari redaksi BM31News.com.

BM31NEWS

@bm31news.com

Ikuti akun resmi BM31NEWS di TikTok

Follow