Ia mengakui bahwa jumlah hewan qurban tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu, yang mencapai 17 ekor. Namun, ia tetap optimis semangat berqurban akan terus meningkat di masa mendatang.
“Tahun depan Fakultas Hukum yang akan menjadi tuan rumah. Kami harap semua fakultas turut serta seperti FISIP yang sangat aktif,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Masjid Gimelaha Majira, Moh Ratmasse Serang menyebut penurunan sumbangan hewan qurban terjadi karena efisiensi anggaran di lingkungan kampus.
“Tahun lalu kami dapat 17 hewan, tahun ini hanya 9. Tapi kita tetap syukuri dan pastikan distribusinya tepat sasaran,” ungkap Moh Ratmasse Serang.
Dalam acara tersebut, Rektor Unpatti secara simbolis menyerahkan hewan qurban kepada perwakilan cleaning service, diikuti oleh penyerahan dari para wakil rektor dan pimpinan fakultas lainnya.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan, Pieter Kakisina; Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Sistem Informasi, Ruslan Tawari; serta para dekan dari seluruh fakultas, termasuk FKIP, FISIP, Pertanian, Teknik, MIPA, dan Kedokteran.
Perayaan Idul Adha di Unpatti tak hanya menjadi simbol keagamaan, tetapi juga momentum refleksi spiritual dan sosial bagi seluruh civitas akademika.
Kegiatan ini menegaskan bahwa nilai-nilai Islam seperti keikhlasan, kepedulian, dan pengorbanan dapat hidup subur dalam ekosistem akademik yang plural dan toleran.
“Qurban bukan hanya soal daging, tapi soal keikhlasan memberi dan rasa syukur atas nikmat Allah. Kampus harus menjadi tempat tumbuhnya nilai-nilai seperti itu,” ujar Rektor, Fredy Leiwakabessy.
Melalui pelaksanaan qurban tahun ini, Universitas Pattimura sekali lagi menunjukkan komitmennya untuk menjadikan kampus sebagai ruang ibadah sosial yang harmonis, inklusif, dan penuh semangat gotong royong. (BM31)




