BM31News
BM31News
BM31News

Unpatti Perluas Akses Pendidikan Berkualitas bagi Generasi Muda Maluku

Program English Access Scholarship Site Ambon selama 24 bulan membekali generasi muda dengan kemampuan Bahasa Inggris dan keterampilan pengembangan diri.

Ambon, | Universitas Pattimura (Unpatti) mendorong perluasan akses pendidikan berkualitas bagi generasi muda di Maluku melalui penguatan kemampuan akademik, keterampilan, dan kompetensi Bahasa Inggris. Upaya tersebut salah satunya diwujudkan melalui pelaksanaan English Access Scholarship Program Site Ambon yang berlangsung selama 24 bulan.

Hal itu disampaikan Rektor Universitas Pattimura, Fredy Leiwakabessy dalam sambutannya pada Access Graduation and Showcase Ceremony English Access Scholarship Program Site Ambon di Aula Rektorat Universitas Pattimura, Kamis (17/9/2026).

Program tersebut merupakan kerja sama Indonesian International Education Foundation (IIEF) dengan Universitas Pattimura untuk memberikan pengembangan kemampuan Bahasa Inggris dan keterampilan kepada generasi muda. Program juga menjadi bagian dari upaya membuka kesempatan pendidikan bagi peserta yang memiliki keterbatasan akses, khususnya dari keluarga kurang mampu.

Menurut Fredy, pelaksanaan program selama dua tahun menunjukkan bahwa kesempatan dan dukungan yang tepat dapat membantu generasi muda mengembangkan kemampuan serta potensi mereka.

“Program ini menunjukkan bahwa ketika generasi muda diberikan kesempatan dan dukungan yang tepat, mereka akan mampu berkembang dan berprestasi secara maksimal,” ungkap Rektor.

Ia mengatakan perkembangan teknologi digital telah menyediakan berbagai pilihan bagi generasi muda untuk mempelajari Bahasa Inggris secara mandiri. Namun, menurutnya, proses pembelajaran yang dilakukan melalui pertemuan intensif, latihan, dan pendampingan dalam lingkungan profesional tetap diperlukan untuk membangun kemampuan komunikasi dan kepercayaan diri.

“Universitas Pattimura selalu siap untuk meningkatkan kerja sama ini. Kemitraan dan kolaborasi menjadi penting karena kita membutuhkan sinergi dan partner yang sungguh-sungguh mau bekerja bersama untuk memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi generasi muda,” jelas Fredy.

Fredy juga menyoroti pentingnya memperluas akses terhadap pendidikan berkualitas di Maluku. Ia menyebut masih terdapat generasi muda yang memiliki kemauan untuk berkembang, tetapi menghadapi keterbatasan kesempatan, termasuk persoalan pembiayaan pendidikan.

Karena itu, ia mengajak orang tua dan kepala sekolah memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada siswa untuk mengikuti berbagai program pengembangan kapasitas dan pendidikan yang tersedia. Sinergi antara keluarga, sekolah, perguruan tinggi, pemerintah, dan mitra pendidikan dinilai diperlukan agar akses terhadap program pengembangan generasi muda semakin luas.

Sementara itu, Deputy Director IIEF, Henny Yonathan, menegaskan kelulusan peserta Access Scholarship Program bukan merupakan akhir dari proses pengembangan diri. Menurutnya, kompetensi yang diperoleh selama program harus dimanfaatkan peserta untuk membuka kesempatan baru dalam pendidikan maupun kehidupan sosial.

Program tersebut berlangsung selama 24 bulan dengan materi yang tidak hanya berfokus pada kemampuan Bahasa Inggris. Peserta juga memperoleh ruang untuk mengembangkan keberanian tampil, menyampaikan pendapat, berpikir kritis, serta membangun kepedulian terhadap lingkungan dan bangsa.

Henny menekankan kemampuan Bahasa Inggris dan pengembangan diri perlu dipandang sebagai bagian dari kesempatan yang semestinya dapat diakses generasi muda.

“Kelulusan ini bukan akhir, tetapi awal untuk memanfaatkan berbagai kompetensi yang telah dibangun selama dua tahun,” kata Henny.

Di tempat yang sama, Koordinator English Access Scholarship Program Site Ambon, Stella Rose Que menjelaskan program tersebut merupakan bagian dari kesempatan yang dibuka Regional English Language Office (RELO) Kedutaan Besar Amerika Serikat bagi sejumlah wilayah di Indonesia untuk mengajukan proposal penyelenggaraan program.

Universitas Pattimura menjadi salah satu perguruan tinggi yang mengajukan proposal dan kemudian memperoleh kesempatan menyelenggarakan English Access Scholarship Program di Ambon. Pelaksanaan program diawali dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Universitas Pattimura, RELO U.S. Embassy, dan IAEF.

Stella menjelaskan program secara khusus memberikan kesempatan kepada peserta dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pembelajaran Bahasa Inggris tanpa biaya kursus. Seleksi dilakukan terhadap peserta jenjang SMA dan perguruan tinggi.

“Dari lebih dari 80 peserta yang mengikuti proses seleksi tingkat SMA, ditetapkan 20 peserta. Sementara pada jenjang perguruan tinggi juga dipilih 20 mahasiswa dari keluarga kurang mampu,” jelas Stella.

Untuk jenjang perguruan tinggi, program diperuntukkan bagi mahasiswa semester satu Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris yang memenuhi persyaratan. Sebelum pembelajaran dimulai, peserta mengikuti tes kemampuan Bahasa Inggris untuk memetakan kemampuan awal masing-masing.

Pembelajaran kemudian berlangsung selama empat semester dengan metode hybrid. Pertemuan tatap muka menjadi bagian utama pembelajaran, sementara kegiatan tertentu dilakukan secara daring bersama peserta English Access dari berbagai provinsi di Indonesia.

Selain pembelajaran di kelas, peserta mengikuti kegiatan community service di sejumlah lokasi, termasuk panti asuhan dan sekolah. Program kemudian dilanjutkan dengan English Camp sebagai salah satu tahapan sebelum penutupan dan pemberian sertifikat.

Pada acara kelulusan dan showcase, peserta mempresentasikan poster hasil karya mereka di hadapan tamu undangan dan orang tua. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi peserta untuk menunjukkan hasil pembelajaran sekaligus kemampuan berkomunikasi dalam Bahasa Inggris.

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan pemutaran video perjalanan pelaksanaan English Access Scholarship Program Site Ambon selama periode 2024-2026. Melalui program tersebut, Unpatti dan para mitra pendidikan mendorong agar pengalaman serta kompetensi yang diperoleh peserta dapat menjadi modal untuk melanjutkan pendidikan, mengembangkan kapasitas diri, dan berkontribusi bagi masyarakat, Maluku, serta Indonesia.(BM31)

📢 Ikuti BM31News untuk dapatkan berita terbaru
⚠️ DISCLAIMER: Konten BM31News.com dilindungi undang-undang. Dilarang mengutip, menyalin, memuat ulang sebagian atau seluruh isi artikel ini dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari redaksi BM31News.com.
BM31News

Hak Cipta BM31News. Dilindungi undang-undang.

error: Konten Dilindungi !