BM31News
BM31News
BM31News
BM31News BM31News BM31News BM31News BM31News

Siswi SMA Laboratorium Unpatti Tembus Program Beasiswa KL-YES Amerika Serikat

Houriegodny Fieceria Luturmas menjadi satu dari 48 siswa Indonesia yang lolos program KL-YES 2025 dan siap membawa budaya Maluku ke panggung global.

Ambon, – Houriegodny Fieceria Luturmas, siswi kelas XII SMA Laboratorium Universitas Pattimura, berhasil lolos sebagai salah satu peserta terpilih dalam program bergengsi pertukaran pelajar internasional Kennedy-Lugar Youth Exchange and Study (KL-YES) 2025 yang disponsori oleh Departemen Luar Negeri Amerika Serikat. Ia akan menjalani masa belajar dan tinggal bersama keluarga asuh di North Carolina selama 10 bulan ke depan, mulai musim gugur tahun ini.

Keberhasilan Houriegodny yang akrab disapa Fira terkonfirmasi setelah melalui serangkaian seleksi ketat yang dimulai dari tingkat kota dan provinsi, hingga ke level nasional. Dari total 120 peserta yang lolos ke tingkat nasional, hanya 48 siswa dari seluruh Indonesia yang dinyatakan lulus, termasuk dirinya.

“Seleksinya sangat ketat. Mulai dari seleksi esai, wawancara, hingga dinamika kelompok. Saya merasa bersyukur bisa menjadi salah satu yang terpilih dan akan mewakili Maluku serta Indonesia,” kata Houriegodny Fieceria Luturmas saat ditemui usai diskusi bersama Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Pattimura, Selasa (22/7/2025).

Selama program berlangsung, Fira akan bersekolah di salah satu high school di North Carolina, tinggal bersama host family, serta mengikuti aktivitas budaya dan sosial masyarakat setempat. Ia juga akan memperkenalkan budaya dan nilai-nilai lokal Maluku sebagai bagian dari misi diplomasi budaya pelajar Indonesia.

Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Pattimura, Dominggus Malle memberikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa program KL-YES adalah bentuk penguatan hubungan antarkebudayaan yang strategis bagi generasi muda.

“Fira tidak hanya membawa nama baik SMA Laboratorium dan Universitas Pattimura, tapi juga mengemban identitas sebagai Duta Maluku. Ia akan memperkenalkan budaya daerah, termasuk musik, tarian, dan nilai-nilai lokal kita di kancah global,” kata Dominggus Malle.

Menurutnya, pengalaman tersebut tidak sekadar penguatan kapasitas individual, tetapi juga menjadi instrumen penting diplomasi masyarakat sipil Indonesia, khususnya dari daerah timur yang selama ini kurang terwakili dalam program global.

Program KL-YES sendiri merupakan inisiatif Pemerintah Amerika Serikat melalui Bureau of Educational and Cultural Affairs, yang membuka kesempatan bagi siswa-siswi berprestasi dari negara-negara mitra, termasuk Indonesia, untuk mengenyam pendidikan menengah selama satu tahun akademik penuh di Amerika Serikat.

Ketua Yayasan Sekolah Laboratorium Universitas Pattimura, Anatasija Limba, menyatakan dukungan penuh terhadap program ini, yang dinilai memiliki dampak strategis bagi pengembangan karakter siswa dan kesiapan mereka dalam meraih peluang pendidikan internasional.

“Program ini memberikan pengalaman lintas budaya yang tak tergantikan. Ini bekal penting untuk masa depan akademik dan profesional siswa,” ujar Limba.

Program KL-YES menjadi salah satu jalur strategis dalam membangun jejaring pemuda lintas negara. Keikutsertaan Fira dari Maluku tidak hanya menunjukkan kualitas individu pelajar Indonesia dari kawasan timur, tetapi juga membuktikan bahwa dengan kerja keras dan dukungan institusi, siswa mana pun berpeluang tampil di panggung global. (BM31)


Dapatkan berita terbaru dari BM31News.com langsung di ponsel Anda! Klik untuk bergabung di Channel WhatsApp dan Telegram kami sekarang juga.

error: Konten Dilindungi !