BM31News
BM31News
BM31News

Unpatti Gandeng Pemkab MBD Bahas Keterlibatan SDM Lokal di Blok Masela

FGD Local People Study di MBD ungkap kesenjangan SDM lokal dan pentingnya strategi pelibatan dalam Proyek Abadi Blok Masela.

Tiakur, – Universitas Pattimura (Unpatti) bersama Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Local People Study (LPS) pada Rabu (23/7/2025) di ruang rapat Kantor Bupati MBD. FGD ini merupakan bagian dari upaya akademik dan kebijakan untuk memastikan keterlibatan sumber daya manusia (SDM) lokal dalam Proyek Strategis Nasional LNG Abadi di Blok Masela, yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2029 dengan investasi senilai Rp336,9 triliun.

FGD ini menjawab kebutuhan mendesak untuk menyusun strategi peningkatan kapasitas tenaga kerja lokal di MBD agar dapat bersaing dalam proyek industri migas berskala internasional yang dioperasikan oleh konsorsium Inpex Corporation, PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Masela, dan Petronas. Mengingat posisi geografis MBD yang terdampak langsung oleh proyek ini, keterlibatan masyarakat lokal menjadi isu kunci dalam pembahasan lintas sektor.

Koordinator Tim LPS Unpatti untuk MBD, Bruri Melky Laimeheriwa mengungkapkan adanya kesenjangan serius antara kualifikasi tenaga kerja lokal dan kebutuhan industri migas. Berdasarkan hasil survei dan wawancara mendalam dengan masyarakat, ditemukan bahwa pelatihan yang selama ini tersedia belum mampu memenuhi standar kompetensi teknis dan non-teknis yang dibutuhkan oleh proyek LNG Masela.

“Ada indikasi kuat bahwa program pelatihan yang ada belum sepenuhnya terarah dan belum sesuai dengan kebutuhan riil proyek. Akibatnya, lulusan pelatihan kesulitan diserap oleh industri,” kata Koordinator Tim LPS Unpatti untuk MBD, Bruri Melky Laimeheriwa.

Ia menekankan bahwa peningkatan keterampilan saja tidak cukup. Perlu intervensi menyeluruh termasuk pembangunan mentalitas kerja, pemahaman standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), serta kesiapan mobilitas kerja bagi tenaga kerja lokal. Selain itu, keterlibatan masyarakat lokal dalam fase-fase penting proyek seperti konstruksi dan operasional harus dijamin oleh kebijakan pemerintah dan dunia usaha.

Dalam pembukaan FGD tersebut, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten MBD, Daud Reimialy menegaskan pentingnya menyusun peta karakteristik tenaga kerja lokal untuk merumuskan strategi pelibatan SDM yang efektif dan aplikatif. Ia menyatakan bahwa keterlibatan lokal bukan sekadar wacana, melainkan indikator utama keberhasilan proyek nasional ini.

“Saat ini menjadi penting dan mendesak adanya kajian pemetaan karakteristik tenaga kerja lokal kita yang akan dibutuhkan oleh proyek LNG Blok Masela,” ungkap Pj Sekda Kabupaten MBD, Daud Reimialy.

Reimialy juga menandaskan bahwa manfaat proyek harus dirasakan secara inklusif dan berkelanjutan oleh masyarakat setempat. Untuk itu, Pemkab MBD siap mengawal setiap rekomendasi yang dihasilkan dari FGD agar diadopsi menjadi kebijakan daerah maupun pusat.

“MBD ini sebagai wilayah yang terdampak langsung maka perlu dipastikan bahwa proyek ini memberikan manfaat yang inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat,” tegas Reimialy.

Seiring dengan meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap dampak sosial ekonomi dari proyek ini, kolaborasi antara akademisi dan pemerintah daerah menjadi fondasi penting dalam mendesain peta jalan pengembangan SDM lokal. LPS Unpatti sendiri telah menyusun serangkaian rekomendasi teknis berbasis data lapangan yang akan disampaikan kepada pemangku kepentingan terkait, termasuk pemerintah pusat dan operator proyek LNG Abadi.

Di sisi lain, peran perguruan tinggi seperti Unpatti semakin vital dalam menyediakan basis keilmuan dan metodologi kajian untuk menjawab tantangan pembangunan berbasis sumber daya alam. Proyek Blok Masela kini menjadi titik temu antara kebijakan pembangunan nasional dan kepentingan lokal yang perlu dikelola secara berkeadilan.

Hasil dari FGD ini akan dirangkum dalam dokumen strategis yang memuat pemetaan kompetensi tenaga kerja lokal, gap analisis terhadap kebutuhan industri migas, serta desain program pelatihan dan skema pengembangan kapasitas masyarakat. Dokumen tersebut akan menjadi rujukan resmi dalam merancang kebijakan ketenagakerjaan di wilayah terdampak proyek.

Dengan nilai investasi yang sangat besar dan potensi gas sebanyak 6,97 triliun kaki kubik (TCF), Blok Masela tidak hanya menjadi proyek energi nasional, tetapi juga ujian nyata tentang bagaimana pembangunan dapat mengakomodasi masyarakat lokal dalam kerangka keadilan sosial dan pemerataan ekonomi. (BM31)


Dapatkan berita terbaru dari BM31News.com langsung di ponsel Anda! Klik untuk bergabung di Channel WhatsApp dan Telegram kami sekarang juga.

BM31NEWS

@bm31news.com

Ikuti akun resmi BM31NEWS di TikTok

Follow

Hak Cipta BM31News. Dilindungi undang-undang.

error: Konten Dilindungi !