BM31News
BM31News
BM31News

Polnam Buka Prodi Energi Baru Terbarukan, Tahun Pertama Terima Mahasiswa

Program studi baru Polnam diarahkan menjawab kebutuhan tenaga terampil di sektor energi terbarukan Maluku.

Ambon, | Politeknik Negeri Ambon (Polnam) membuka Program Studi Energi Baru Terbarukan sebagai respons terhadap kebutuhan tenaga terampil di tengah pengembangan proyek energi terbarukan di Maluku. Program studi tersebut telah memperoleh izin penyelenggaraan dan mulai menerima mahasiswa baru pada 2026.

Pembukaan program studi itu merupakan bagian dari pengembangan kerja sama Polnam dengan NZMATES yang telah berjalan sejak 2019. Kerja sama tersebut sebelumnya mencakup penguatan kapasitas dosen dan tenaga laboratorium dalam bidang pembangkit listrik tenaga surya dan mikrohidro.

Plt Direktur Polnam Lory Marcus Parera mengatakan gagasan pembukaan program studi muncul setelah pihak kampus melihat kebutuhan tenaga kompeten untuk mendukung pengoperasian fasilitas energi terbarukan di berbagai daerah.

Sebelum membuka program studi, Polnam melakukan kajian kelayakan dan menggelar forum diskusi dengan sejumlah pemangku kepentingan. Pihak yang dilibatkan antara lain PLN, Pemerintah Provinsi Maluku, Bappeda, serta Dinas ESDM.

“Dari situlah kami berinisiatif untuk membuat program studi baru. Jadi kami sebelumnya sudah melakukan kelayakan, kami mengundang FGD, mengundang PLN, mengundang pemerintah Provinsi Maluku, Bappeda, Dinas ESDM,” kata Lory Marcus Parera.

Menurut Lory, pengalaman kerja sama dengan NZMATES menunjukkan bahwa keberadaan pembangkit energi terbarukan belum otomatis menyelesaikan kebutuhan di lapangan. Tenaga yang memahami sistem pembangkit tetap diperlukan untuk memastikan fasilitas dapat digunakan dan dipelihara.

Program Studi Energi Baru Terbarukan Polnam dirancang tidak hanya berfokus pada PLTS. Materi pendidikan juga mencakup berbagai komponen teknologi energi terbarukan sesuai potensi yang tersedia di Maluku dan kawasan Indonesia Timur.

Lory mengatakan kurikulum program studi telah disiapkan untuk mencakup berbagai bidang energi terbarukan. Polnam selanjutnya akan berfokus pada pelaksanaan pembelajaran dan penguatan fasilitas praktik.

“Semua komponen terkait dengan energi terbarukan kami sudah rampung dalam kurikulum. Jadi semua itu sudah ada dalam kurikulum, tinggal kami melakukan implementasinya saja,” ujar Lory Marcus Parera.

Dirjen EBTKE Eniya Listiani Dewi menyambut pengembangan program studi tersebut karena kebutuhan tenaga terampil diperkirakan meningkat seiring pembangunan pembangkit energi terbarukan. Menurutnya, pendidikan vokasi memiliki peran penting karena menitikberatkan pada kompetensi praktis.

Pengembangan program studi tersebut juga berkaitan dengan kebutuhan tenaga kerja dalam program pengembangan PLTS nasional. Pemerintah menyebut program PLTS 100 GWp ditargetkan berlangsung dalam tiga tahun dan membutuhkan tenaga kerja dalam jumlah besar.

Duta Besar Selandia Baru Philip Nathan Taula mengatakan Polnam merupakan salah satu mitra penting dalam kerja sama NZMATES karena berperan dalam menyiapkan masyarakat yang mampu menggunakan sistem energi surya dan mikrohidro.

“Ini adalah cara yang luar biasa bagi kedua negara kita untuk bekerja sama dalam mendukung pembangunan Provinsi Maluku,” kata Philip Nathan Taula.

Polnam menyatakan pembukaan program studi tersebut akan diikuti penguatan kerja sama dengan pemerintah, dunia usaha, PLN, dan mitra internasional. Penguatan fasilitas laboratorium juga menjadi bagian dari upaya menyiapkan pembelajaran berbasis praktik.(BM31-01)

📢 Ikuti BM31News untuk dapatkan berita terbaru
⚠️ DISCLAIMER: Konten BM31News.com dilindungi undang-undang. Dilarang mengutip, menyalin, memuat ulang sebagian atau seluruh isi artikel ini dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari redaksi BM31News.com.
BM31News

Hak Cipta BM31News. Dilindungi undang-undang.

error: Konten Dilindungi !