Masohi,
| Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, menegaskan bahwa Kota Masohi lahir dari semangat kemerdekaan, dibangun dengan cita-cita luhur para pendiri, serta tumbuh melalui kebersamaan dan semangat gotong royong masyarakat. Penegasan itu disampaikan dalam puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Kota Masohi yang berlangsung di Lapangan Nusantara, Selasa (3/11/2026).
Perayaan yang mengusung tema “Bergerak, Bertumbuh, Berdaya” tersebut dihadiri Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath bersama istri dan jajaran pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Maluku. Turut hadir Anggota DPR RI daerah pemilihan Maluku Saadiah Uluputty, Wakil Wali Kota Ambon, Wakil Bupati Buru, Wakil Bupati Maluku Tengah Mario Lawalata, Sekretaris Daerah Maluku Tengah, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Hadir pula jajaran TNI-Polri, staf ahli bupati, asisten Sekretariat Daerah, pimpinan OPD, Latupati se-Maluku Tengah, para camat, tokoh masyarakat, tokoh adat, pimpinan instansi vertikal, BUMN, BUMD, serta masyarakat Kota Masohi.
Dalam sambutannya, Zulkarnain menyebut Masohi memiliki nilai sejarah besar, bukan hanya bagi masyarakat Maluku Tengah, tetapi juga bagi perjalanan pembangunan Provinsi Maluku. Kehadiran Wakil Gubernur Maluku beserta jajaran pemerintah kabupaten dan kota se-Maluku, menurutnya, menjadi kehormatan sekaligus kebanggaan bagi pemerintah daerah dan masyarakat Maluku Tengah.
Ia menegaskan, Masohi bukan semata-mata milik masyarakat Maluku Tengah, melainkan bagian penting dari sejarah dan kemajuan Provinsi Maluku.
“Kota Masohi lahir dari semangat kemerdekaan, dibangun dengan cita-cita luhur para pendiri, dan tumbuh dari rasa kebersamaan serta semangat gotong royong seluruh masyarakat Maluku Tengah,” kata Zulkarnain.
Bupati menjelaskan, Kota Masohi dibangun dan diresmikan oleh Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, pada Minggu, 3 November 1957. Sejak saat itu, kota ini menjadi saksi perjalanan panjang masyarakat Maluku Tengah dalam membangun kehidupan yang lebih baik, harmonis, dan berlandaskan persaudaraan.
Ia juga mengingatkan bahwa proses pembangunan Masohi sejak awal tidak terlepas dari pengorbanan para leluhur dan pendiri kota. Salah satu bentuk kontribusi bersejarah tersebut adalah pemberian tanah oleh masyarakat Negeri Amahai dan Negeri Haruru, disertai sumbangsih tenaga, pikiran, dan perjuangan berbagai elemen masyarakat.
Menurut Zulkarnain, berbagai fasilitas dan kemajuan yang dinikmati masyarakat hingga usia ke-69 Kota Masohi merupakan hasil perjuangan panjang generasi terdahulu yang harus dihargai dan dilanjutkan.
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah untuk menjaga warisan sejarah tersebut sekaligus memperkuat komitmen membangun Masohi sebagai kota yang nyaman, maju, dan menjadi kebanggaan masyarakat Maluku maupun Indonesia.
Zulkarnain menegaskan, tema HUT ke-69, “Bergerak, Bertumbuh, Berdaya”, harus diterjemahkan menjadi komitmen nyata dalam pelaksanaan pembangunan. Pemerintah daerah bersama masyarakat dituntut memastikan setiap program pembangunan memberikan dampak langsung terhadap kepentingan dan kesejahteraan rakyat.
Ia juga menginginkan Masohi terus berkembang sebagai kota yang maju tanpa kehilangan kehangatan hubungan antarsesama orang basudara. Pembangunan di seluruh sektor kehidupan harus menghadirkan manfaat nyata, memberikan harapan bagi anak-anak, serta membuka kesempatan lebih luas bagi generasi muda untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Di sisi lain, Bupati mengakui bahwa perjalanan pembangunan hingga 2026 telah menghasilkan berbagai capaian yang patut disyukuri. Namun, ia mengingatkan masih terdapat kebutuhan masyarakat yang belum terpenuhi dan persoalan pembangunan yang harus diselesaikan secara bersama-sama, mulai dari lingkungan perkotaan hingga wilayah terpencil di Maluku Tengah.
Dalam momentum peringatan tersebut, Zulkarnain mengajak masyarakat menjadikan HUT Kota Masohi sebagai titik penguatan tekad untuk bekerja lebih baik, memberikan pelayanan secara tulus, serta memastikan hasil pembangunan dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat.
Ia turut meminta masyarakat berperan aktif menjaga kebersihan kota, memelihara ketertiban, memperkuat persaudaraan, dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap Kota Masohi.
Menurutnya, kemajuan sebuah kota tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah. Partisipasi, kepedulian, dan semangat gotong royong masyarakat merupakan kekuatan penting untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
Bupati juga mengingatkan kembali pesan yang diwariskan para pendiri Kota Masohi melalui motto, “Jangan Jemu Mendaki Kalau Mau ke Puncak Cita.” Pesan tersebut, katanya, harus menjadi semangat bersama untuk terus berjuang dan tidak menyerah menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
“Jangan pernah lelah berjuang. Jangan pernah menyerah pada keadaan. Dan jangan pernah kehilangan keyakinan bahwa masa depan yang lebih baik dapat kita wujudkan bersama,” tegas Zulkarnain.
Ia berharap generasi mendatang dapat menikmati hasil perjuangan yang dilakukan saat ini sekaligus menjadikan sejarah pembangunan Masohi sebagai inspirasi untuk melanjutkan cita-cita para pendiri kota.
“Suatu hari nanti, anak-anak kita akan berdiri di tempat ini. Mereka akan melihat apa yang telah kita bangun dan mengenang apa yang telah kita perjuangkan,” tutupnya.
Peringatan HUT ke-69 Kota Masohi tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kembali komitmen pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjaga warisan sejarah, merawat persaudaraan, serta mendorong pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.(BM31-02)



