Masohi,
| Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Masohi, Kabupaten Maluku Tengah, mulai melakukan pembenahan menyeluruh untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang lebih baik dan transparan bagi masyarakat.
Pembenahan ini mencakup penataan perangkat penyelenggara, khususnya pegawai yang bertanggung jawab dalam pengelolaan obat-obatan (farmasi), manajemen Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), hingga perbaikan alat kesehatan serta sarana-prasarana penunjang seperti kendaraan ambulans.
Hal tersebut disampaikan Direktur RSUD Masohi, Anang Rumuar, dalam keterangan pers di ruang kerjanya, Senin (15/9/2025).
“Ya, memang saat ini kami tengah melakukan pembenahan secara menyeluruh di RSUD Masohi. Hal ini untuk menjawab berbagai masukan dan kritikan yang disampaikan baik dari masyarakat maupun organisasi kemasyarakatan,” kata Anang Rumuar.
Anang menegaskan, isu yang menyebut adanya diskriminasi pelayanan antara pasien BPJS dan pasien umum tidak benar. Menurutnya, kendala yang terjadi lebih disebabkan oleh minimnya ketersediaan obat di instalasi farmasi rumah sakit.
“Selama ini tidak pernah ada diskriminasi pelayanan kepada pasien BPJS dengan pasien umum. Namun, kami memang terkendala minimnya ketersediaan obat. Untuk itu, RSUD saat ini melakukan antisipasi kelangkaan obat melalui pemesanan reguler ke PBF terdekat,” jelasnya.
Jika obat tidak tersedia di instalasi farmasi, pasien baik BPJS maupun umum dapat membeli obat di apotek luar dengan biaya sendiri. Namun, pihak rumah sakit akan mengganti biaya tersebut setelah resep dan bukti pembelian diverifikasi.
RSUD Masohi juga melakukan pergantian kepala instalasi farmasi serta bendahara pembantu JKN. Anang menekankan, pejabat yang baru harus progresif, profesional, transparan, dan akuntabel dalam menjalankan tugas.
Saat ini, pemesanan obat dilakukan secara rutin dan terjadwal melalui sistem e-katalog guna menjamin ketersediaan, transparansi, serta akuntabilitas. Selain itu, manajemen juga membentuk tim teknis perencanaan farmasi, tim pendukung pengadaan obat dan BMHP, serta menyusun Rencana Kebutuhan Obat (RKO) tahunan.
Dengan langkah tersebut, Anang optimistis ketersediaan obat dan BMHP bagi pasien umum maupun BPJS dapat terpenuhi, sekaligus meminimalisasi risiko kelangkaan.
Selain pembenahan farmasi, RSUD Masohi juga memperbaiki sarana pendukung pelayanan. Dua unit ambulans yang rusak sejak empat hingga lima tahun lalu kini diperbaiki. Demikian pula dengan dua mesin oksigen, fasilitas central steril supply department (CSSD), serta alat ventilator di ruang NICU.
RSUD juga telah memfungsikan kembali sistem reverse osmosis (RO) untuk mendukung kualitas air medis, melakukan pengecatan dan renovasi ringan bangunan ruang VIP, serta memperbaiki fasilitas pendukung lainnya.
“Kami berkomitmen menata manajemen rumah sakit secara profesional, transparan, dan sesuai regulasi. Tujuannya jelas, agar masyarakat merasakan pelayanan kesehatan yang lebih baik dan bermartabat,” tutup Anang. (BM31-02)









