Masohi,
| Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H/2024 M menjadi momentum refleksi keteladanan Rasulullah yang akhlaknya digambarkan Allah sebagai uswatun hasanah, teladan terbaik bagi seluruh umat manusia.
Hal tersebut disampaikan Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, melalui sambutan yang dibacakan Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan dan Kemasyarakatan, Sahlul Ikhsan, pada peringatan Maulid Nabi yang digelar keluarga besar Kantor Kementerian Agama Kabupaten Maluku Tengah bersama Kantor Kementerian Agama Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) di Baileo Ir. Soekarno, Kota Masohi, Jumat (12/9/2025).
Acara tersebut dihadiri perwakilan Forkopimda Maluku Tengah, Ketua MUI Malteng K.H. Abdul Rahman Makatitta, pimpinan dan jajaran Baznas Malteng, perwakilan OPD lingkup Pemda Malteng, imam masjid se-Kota Masohi, alim ulama, tokoh agama, serta pimpinan dan jajaran Kementerian Agama Malteng dan SBB.
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa bangsa saat ini tengah menghadapi beragam tantangan serius, baik secara nasional maupun di tingkat daerah. Persoalan itu antara lain lemahnya nilai moral, degradasi akhlak generasi muda, derasnya pengaruh globalisasi serta teknologi digital yang kerap menggerus jati diri, hingga potensi kekerasan sosial akibat perbedaan suku, agama, ras, dan pandangan politik.
“Tradisi kearifan lokal seperti pela gandong, masohi (gotong royong), dan budaya hidup rukun masih menjadi perekat persatuan dan kesatuan masyarakat hingga kini,” kata Zulkarnain Awat Amir.
Ia menekankan bahwa nilai-nilai tersebut sejalan dengan misi Nabi Muhammad SAW yang meneguhkan pentingnya persatuan, persaudaraan, dan kasih sayang antarumat manusia.
Pemda Maluku Tengah, kata Bupati, tetap berkomitmen menghadirkan kebijakan pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada aspek fisik dan ekonomi, melainkan juga menekankan penguatan akhlak, karakter, dan spiritualitas umat.
“Pemda Malteng terus mendorong pendidikan karakter religius bagi generasi muda melalui dukungan terhadap pesantren, majelis taklim, dan lembaga pendidikan keagamaan di daerah,” tegas Zulkarnain.
Selain itu, pemerintah daerah juga berkomitmen memperkuat sinergi lintas agama dan budaya guna membangun harmonisasi sosial. Perbedaan, menurutnya, harus dipandang sebagai kekayaan bangsa, bukan pemisah antara sesama manusia.
Lebih lanjut, Zulkarnain menegaskan bahwa Pemda Malteng bersama Kementerian Agama dan seluruh elemen masyarakat terus berkolaborasi untuk menanamkan nilai toleransi, modernisasi pemahaman agama, dan kearifan lokal sebagai benteng menghadapi radikalisme dan intoleransi.
Ia berharap, penguatan pembinaan keluarga dan masyarakat dapat menjadi basis utama pembentukan akhlak mulia sesuai ajaran Nabi Muhammad SAW. Dengan demikian, generasi Malteng diharapkan lahir sebagai insan berilmu, berakhlak, serta berdaya saing tinggi untuk menunjang pembangunan daerah menuju masyarakat maju, mandiri, dan sejahtera.
Di akhir sambutannya, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat serta jajaran Kementerian Agama untuk meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
“Mari kita teladani akhlak Rasulullah dengan selalu jujur dalam perkataan, adil dalam perbuatan, rendah hati dalam kepemimpinan, serta penuh kasih sayang dalam pergaulan,” tutup Zulkarnain. (BM31-02)









