Masohi,
| Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, menegaskan bahwa pemerintah daerah saat ini berupaya menempatkan pembangunan infrastruktur dasar, khususnya penyediaan air minum, sebagai prioritas utama dalam rencana pembangunan daerah.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam sambutan Bupati yang dibacakan Asisten Administrasi Umum Setda Maluku Tengah, Khalit Pattisahusiwa, saat membuka kegiatan Seminar Laporan Pendahuluan Revisi Dokumen Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RIS-SPAM) Kabupaten Maluku Tengah Tahun 2025 yang digelar di ruang rapat lantai II Dinas PUPR, Senin (8/9/2025).
Kegiatan tersebut turut dihadiri pimpinan OPD lingkup Pemda Maluku Tengah, jajaran Dinas PUPR, perwakilan Badan Pusat Statistik (BPS), Perusahaan Air Minum Daerah, serta Dinas Kesehatan.
Dalam sambutannya, Bupati menekankan bahwa air minum merupakan kebutuhan dasar yang tidak bisa ditunda pemenuhannya.
“Air minum merupakan kebutuhan paling mendasar bagi manusia sehingga tidak dapat ditunda. Pemenuhan akses air minum yang layak, bersih, dan aman merupakan bagian penting dari hak dasar masyarakat, sekaligus menjadi indikator kesejahteraan serta peningkatan derajat kesehatan,” kata Khalit Pattisahusiwa saat membacakan sambutan Bupati.
Dalam seminar tersebut, pemerintah daerah melalui Dinas PUPR menekankan tiga fokus utama dalam revisi dokumen RIS-SPAM, yakni:
- Rencana pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) secara menyeluruh melalui jaringan perpipaan maupun nonperpipaan sesuai kondisi geografis dan kebutuhan masyarakat.
- Penyediaan pedoman yang jelas bagi penyelenggara layanan air minum, baik Perumda Air Minum maupun perangkat daerah, dalam merumuskan program pengembangan layanan.
- Mewujudkan tata kelola layanan air minum yang efektif, efisien, berkelanjutan, adil, merata, dan tetap terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.
Bupati juga mengingatkan bahwa penyediaan air minum di Maluku Tengah menghadapi banyak tantangan. Faktor geografis yang beragam, pertumbuhan penduduk, keterbatasan sumber daya air, serta dampak perubahan iklim menjadi tantangan utama yang harus dihadapi pemerintah daerah.
“Tantangan tersebut menuntut adanya perencanaan yang komprehensif dan berorientasi jangka panjang. Revisi RIS-SPAM merupakan metode strategis agar dokumen perencanaan tetap selaras dengan dinamika pembangunan nasional maupun daerah untuk menjawab kebutuhan masyarakat hingga 20 tahun mendatang,” ucap Khalit.
Lebih jauh, Bupati menegaskan bahwa Pemda Maluku Tengah berkomitmen memperkuat sinergi dengan berbagai pihak untuk mewujudkan layanan air minum yang layak dan berkelanjutan.
“Pemerintah daerah akan terus bersinergi dengan lembaga pemerintah, mitra pembangunan, dunia usaha, dan masyarakat guna memastikan akses air minum yang adil, merata, dan berkelanjutan di Maluku Tengah,” tegas Zulkarnain Awat Amir dalam sambutan tertulisnya.
Dengan langkah tersebut, penyediaan air minum di Maluku Tengah diharapkan tidak hanya memenuhi hak dasar masyarakat, tetapi juga menjadi pondasi peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan jangka panjang. (BM31-02)









