Masohi,
| Dalam rangka memeriahkan HUT ke-90 Gereja Protestan Maluku (GPM) pada 6 September 2025, Klasis GPM Masohi yang dipimpin Pdt. Adriana Lohy, S.Th, menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah (GPM) tingkat Klasis tahun 2025. Program ini menggandeng Dinas Ketahanan Pangan Maluku Tengah, para distributor, serta pemangku kepentingan lainnya, dan resmi dibuka oleh Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan dan Kemasyarakatan, Sahlul Ikhsan, mewakili Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, pada Senin (12/9/2025).
Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Forkopimda Maluku Tengah, anggota DPRD, Ketua Klasis GPM Masohi beserta Majelis Pekerja Klasis, pimpinan OPD lingkup Pemda Maluku Tengah, para pendeta se-Klasis Masohi, panitia hari besar gerejawi, serta masyarakat dari berbagai lapisan.
Dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sahlul Ikhsan, Bupati Maluku Tengah menegaskan apresiasi sekaligus dukungan penuh terhadap program yang dinilai selaras dengan agenda pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan pangan.
“Pemda dan masyarakat Kabupaten Pamahanunusa sangat mengapresiasi serta mendukung pelaksanaan Gerakan Pangan Murah Klasis GPM Masohi. Kegiatan ini bukan hanya perayaan HUT ke-90 GPM, tetapi langkah nyata untuk menstabilkan harga pangan agar inflasi terkendali dan daya beli masyarakat tetap terjaga,” kata Bupati Zulkarnain Awat Amir melalui pernyataan resmi.
Bupati menjelaskan terdapat tiga misi utama dari Gerakan Pangan Murah, yakni menstabilkan harga pangan, menjamin ketersediaan komoditas pokok secara merata, dan meringankan beban ekonomi masyarakat. Ia menegaskan, GPM memiliki peran strategis dalam membuka akses masyarakat terhadap bahan pangan dengan harga lebih murah dan terjangkau dibanding harga pasar, tanpa mengurangi kualitas.
“Gerakan Pangan Murah sudah beberapa kali dilaksanakan, dan kami akan terus melanjutkannya untuk menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan. Program ini tidak hanya sejalan dengan kebijakan nasional, tetapi juga menjadi komitmen kami dalam membangun kekuatan ekonomi masyarakat dan mendorong pengendalian inflasi di daerah,” tegas Zulkarnain Awat Amir.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kemandirian pangan melalui optimalisasi potensi lokal. Pemanfaatan lahan tidur maupun pekarangan rumah dinilai sebagai solusi nyata untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat di tengah tantangan ekonomi global.
“Sudah saatnya setiap negeri dan jemaat mengembangkan potensi pertanian melalui pemanfaatan lahan pekarangan, baik dengan menanam sayur-sayuran, cabai, maupun komoditas lain yang produktif,” tutup Zulkarnain Awat Amir.
Gerakan Pangan Murah Klasis GPM Masohi tidak hanya menjadi wujud sinergi gereja dan pemerintah, tetapi juga menandai komitmen bersama dalam menjaga stabilitas sosial, memperkuat daya beli, dan menumbuhkan kemandirian ekonomi masyarakat Maluku Tengah.(BM31-02)







