Ambon,
| Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Pattimura (Unpatti) kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Tim debat Program Studi Peternakan berhasil meraih juara III dalam ajang debat nasional bidang peternakan, yang diikuti oleh 45 delegasi dari 13 universitas se-Indonesia. Penghargaan tersebut secara resmi diserahkan kepada Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Hubungan Masyarakat, dan Alumni, Nur Aida Kubangun di Ruang Kerja Wakil Rektor III Gedung Rektorat Unpatti, Selasa (30/9/2025).
Kemenangan ini menjadi momen penting bagi Fakultas Pertanian Unpatti, yang selama ini jarang tampil di ajang kompetisi nasional. Tim debat terdiri atas Astriq Satha Kusuma, Ferinika F. Mado, dan Citra Herawati, yang semuanya merupakan mahasiswa aktif Program Studi Peternakan.
Dalam sambutannya, Nur Aida Kubangun menyampaikan apresiasi mendalam atas semangat dan kerja keras mahasiswa yang telah membawa nama baik Unpatti di kancah nasional. Ia menilai capaian ini merupakan bukti nyata bahwa mahasiswa Unpatti memiliki potensi besar untuk bersaing secara nasional jika mendapat dukungan yang tepat.
“Ketika surat undangan lomba tiba, saya langsung mendorong untuk diikuti karena semangat mahasiswa sangat luar biasa. Apalagi lomba ini terkait bidang peternakan yang menjadi fokus Kementerian Pertanian dalam memajukan sektor pertanian nasional,” kata Wakil Rektor III, Nur Aida Kubangun.
Ia menambahkan, keberhasilan tersebut menjadi pencapaian yang membanggakan mengingat waktu persiapan yang sangat singkat.
“Dengan persiapan yang terbatas, mereka tetap mampu meraih juara III di antara banyak universitas lain. Ini bukti bahwa mahasiswa Unpatti tidak kalah bersaing dengan perguruan tinggi ternama di Indonesia,” tambah Nur Aida.
Lebih jauh, Wakil Rektor III menekankan pentingnya pembinaan berkelanjutan bagi mahasiswa berprestasi, khususnya di Fakultas Pertanian. Ia mengusulkan pembentukan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang berfokus pada bidang agribisnis dan peternakan, sebagai wadah untuk menyalurkan bakat dan minat mahasiswa secara terarah.
Menurutnya, keberadaan UKM tidak hanya memperkuat solidaritas mahasiswa tetapi juga membuka peluang dukungan finansial dari universitas.
“Jika ada UKM, mahasiswa bisa didukung secara resmi oleh universitas. Ini akan memudahkan pengembangan potensi diri dan memperkuat semangat kompetisi di tingkat nasional,” jelasnya.
Sementara itu, Astriq Satha Kusuma, salah satu anggota tim debat, mengungkapkan rasa syukur dan bangga atas capaian mereka. Ia menuturkan bahwa tim Unpatti berhasil membawa pulang tiga penghargaan sekaligus.
“Alhamdulillah, kami mendapatkan juara III lomba debat peternakan, saya juga meraih juara III best speaker, serta teman saya meraih juara III lomba potong karkas ayam,” ujar Astriq Satha Kusuma.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan tersebut dirangkaikan dengan Rapat Kerja Wilayah V Ikatan Senat Mahasiswa Peternakan Indonesia (ISMAPETI), yang mencakup wilayah Sulawesi, Maluku, dan Nusa Tenggara Timur. Meski Unpatti belum masuk dalam kepengurusan wilayah, para mahasiswa tetap berkontribusi aktif dalam penyusunan program kerja ISMAPETI ke depan.
“Kami bangga bisa membawa nama baik universitas dan berharap tahun depan Unpatti bisa terlibat langsung dalam kepengurusan ISMAPETI Wilayah V,” tambahnya.
Prestasi ini menandai kebangkitan semangat kompetisi akademik mahasiswa Fakultas Pertanian Unpatti. Selain membuktikan kemampuan intelektual mahasiswa peternakan, capaian ini juga diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus mengembangkan potensi dan berkontribusi dalam pembangunan pertanian nasional.
Kegiatan penyerahan piala diakhiri dengan sesi foto bersama antara Wakil Rektor III dan ketiga mahasiswa peserta lomba, sebagai simbol apresiasi universitas atas dedikasi dan kerja keras mereka. (BM31)







