Masohi,
| Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, menegaskan bahwa kegiatan Kick Off Meeting Program Arumbae harus menjadi momentum penting untuk menyelaraskan visi, misi, serta langkah-langkah strategis Pemerintah Daerah (Pemda) dalam mencapai tujuan pembangunan daerah.
Pernyataan itu disampaikan melalui sambutan resmi yang dibacakan Sahlul Iksan, Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan dan Kemasyarakatan, saat membuka Kick Off Meeting Program Arumbae 2025 di Aula Hotel Lelemuku Masohi, Rabu (1/10/2025).
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Komisi IV DPRD Maluku Tengah, Direktur Yayasan IPAS Indonesia, pimpinan OPD terkait, Kepala Unit PPA Polres Malteng, para camat, Direktur RSUD Masohi dan Saparua, pimpinan puskesmas, pengelola Rumah Aman Samaritan, serta perwakilan negeri dan desa.
Dalam arahannya, Bupati menegaskan bahwa Pemda dan masyarakat Maluku Tengah menyambut baik kehadiran Yayasan IPAS dengan berbagai program kerja yang relevan. Kolaborasi ini, menurutnya, merupakan langkah penting menuju terwujudnya Maluku Tengah sebagai kabupaten bebas kekerasan terhadap perempuan dan anak.
“Program Arumbae sangat penting dan strategis dalam pembangunan daerah, terutama untuk memperkuat sistem layanan terintegrasi dan meningkatkan kapasitas tenaga layanan, dengan tetap melibatkan masyarakat dalam pencegahan maupun penanganan tindak kekerasan,” kata Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir.
Ia menegaskan, Kick Off Meeting ini menjadi ruang penting untuk menyelaraskan visi, misi, dan langkah Pemda bersama Yayasan IPAS, sekaligus memperkuat strategi pencapaian tujuan pembangunan yang menempatkan kesejahteraan masyarakat sebagai prioritas utama.
Bupati mengingatkan bahwa implementasi program perlindungan perempuan dan anak tidak terlepas dari berbagai tantangan besar. Karena itu, Pemda Malteng bersama seluruh pemangku kepentingan dituntut mampu menghadirkan strategi yang inovatif.
“Saya pastikan pelaksanaan program seperti ini akan menghadapi tantangan besar. Karena itu, harus ada strategi dan inovasi yang cepat dan tepat untuk menjawab berbagai persoalan yang muncul,” ujar Zulkarnain Awat Amir.
Ia menambahkan, di balik setiap tantangan yang ada selalu terbuka peluang besar untuk menghadirkan pembaruan dan perubahan positif bagi masyarakat, khususnya dalam memperkuat pembangunan sosial di Bumi Pamahanunusa.
Zulkarnain juga menekankan pentingnya komitmen semua pihak, baik di jajaran Pemda maupun stakeholder lainnya, dalam menjalankan tanggung jawab bersama ini.
“Saya berharap seluruh pemangku kepentingan memiliki komitmen yang sama untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab ini dengan penuh kesungguhan, demi melindungi perempuan dan anak di Maluku Tengah,” tutupnya. (BM31-02)









