Ambon,
| Kapal Motor Penumpang (KMP) Egron yang tengah berlabuh di Teluk Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, terbakar pada Sabtu siang, (2/8/2025). Wakil Bupati Kepulauan Tanimbar, dr. Juliana Chatarina Ratuanak, bergerak cepat memimpin langsung proses pemadaman api bersama warga, personel Dinas Perhubungan, dan aparat kepolisian.
Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 13.23 WIT pertama kali diketahui oleh warga pesisir yang kemudian melaporkannya kepada pemerintah daerah. Hanya 20 menit setelah menerima laporan, Wakil Bupati bersama ajudan dan staf Dishub menyeberangi teluk menggunakan long boat milik warga untuk mencapai KMP Egron yang sedang bersandar sekitar 1 kilometer dari Pelabuhan Penyeberangan Saumlaki.
“Kita harus segera padamkan api, agar api tidak meluas,” kata Wakil Bupati, Juliana Ratuanak di lokasi kejadian.
Dengan membawa alat penyedot air (alkon) dan memanfaatkan air laut, tim gabungan melakukan pemadaman selama hampir satu jam. Api akhirnya berhasil dikendalikan dan dinyatakan padam. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun bagian anjungan kapal yang menjadi pusat kendali navigasi hangus terbakar. Kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Kehadiran Wakil Bupati menuai apresiasi dari warga yang terlibat langsung dalam pemadaman. “Untung Ibu datang dengan alkon sehingga proses pemadaman dapat berjalan cepat,” ujar Adam Linansera, warga pesisir yang ikut membantu di lokasi kejadian.
Menurut salah satu Anak Buah Kapal (ABK), Melus Romer, api membakar seluruh peralatan navigasi yang berada di anjungan. Ia juga mengungkapkan bahwa para ABK belum menerima gaji sejak Februari 2024 dan terpaksa bekerja sampingan sebagai nelayan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.
“Kebakaran di anjungan, menghanguskan semua alat-alat navigasi. Proses pemadaman terbilang cepat, karena jika terlambat sedikit saja maka semua isi kapal akan ludes,” kata Melus Romer.
Setelah proses pemadaman selesai dan kapal dipastikan aman, personel Forensik Polres Kepulauan Tanimbar turun ke lokasi dan langsung memasang garis polisi untuk pengamanan. Wakil Bupati, Pj Sekda, Direktur Operasional PT. Kalwedo Kidabela, staf Dishub, dan aparat Polres bersama warga yang membantu akhirnya meninggalkan lokasi sekitar pukul 15.20 WIT.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada informasi resmi mengenai penyebab pasti kebakaran. Namun aparat kepolisian tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut termasuk memeriksa kondisi kelistrikan kapal dan kemungkinan kelalaian operasional.
KMP Egron diketahui merupakan kapal yang dikelola oleh PT. Kalwedo Kidabela, dan biasa digunakan untuk layanan pelayaran antarwilayah di Kepulauan Tanimbar. Peristiwa ini menambah daftar panjang persoalan pengelolaan armada transportasi laut di wilayah kepulauan yang kerap terkendala perawatan dan pendanaan operasional.
Insiden ini juga kembali menyoroti lemahnya sistem pengawasan terhadap kondisi teknis kapal yang tidak lagi beroperasi secara reguler namun tetap berada di wilayah pelabuhan tanpa pengawasan ketat. Pemerintah daerah diharapkan segera mengambil langkah-langkah strategis untuk mengevaluasi kelayakan kapal-kapal yang dimiliki, guna mencegah terjadinya insiden serupa di masa mendatang. (BM31)









