Saumlaki,
| Universitas Lelemuku Saumlaki (UNLESA) berhasil masuk dalam jajaran 10 besar perguruan tinggi di bawah naungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XII Maluku–Maluku Utara. Capaian tersebut disampaikan Kepala LLDIKTI Wilayah XII, Saiful Deni dalam orasi ilmiah pada Rapat Senat Terbuka Luar Biasa Wisuda Angkatan IV UNLESA, Jumat (23/10/2026), di kampus UNLESA, Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu sorotan utama dalam prosesi wisuda yang diikuti 150 wisudawan dan wisudawati. Acara dipimpin Rektor UNLESA, Ferly A. Sairmaly serta dihadiri Staf Ahli Bupati Bidang Kesejahteraan Rakyat, Paulus Arnold Sabono yang mewakili Bupati Kepulauan Tanimbar, bersama jajaran civitas akademika dan para orang tua lulusan.
Dalam orasinya, Saiful menilai capaian tersebut menunjukkan perkembangan atmosfer akademik UNLESA sebagai perguruan tinggi yang berada di wilayah kepulauan. Ia menyebutkan bahwa dari sekitar 46 perguruan tinggi dalam wilayah pembinaan LLDIKTI XII, UNLESA berhasil menempati kelompok 10 besar.
“Wisuda keempat ini menunjukkan bahwa atmosfer akademik di Universitas Lelemuku berjalan sangat baik. Dari sekitar 46 perguruan tinggi di Wilayah XII Maluku–Maluku Utara, UNLESA berhasil masuk dalam 10 besar,” kata Saiful.
Capaian itu menjadi dorongan bagi UNLESA untuk terus memperkuat kualitas pendidikan, tata kelola kelembagaan, serta kompetensi lulusan. Tantangan geografis dan operasional perguruan tinggi di wilayah kepulauan, menurut paparan Saiful, menuntut pengelolaan kampus yang berkelanjutan agar mampu bertahan dan berkembang.
Selain menyoroti perkembangan UNLESA, Saiful mengungkapkan upaya LLDIKTI XII memperjuangkan peningkatan alokasi beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah bagi mahasiswa di wilayah Maluku dan Maluku Utara. Upaya tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi X DPR RI di Jakarta.
Ia menjelaskan, alokasi KIP Kuliah yang sebelumnya berada di angka 1.000 diharapkan meningkat menjadi 3.000 pada 2027. Namun, angka tersebut masih berupa usulan dan harapan yang menunggu kepastian alokasi.
“Awalnya alokasi beasiswa KIP Kuliah kita berada di angka 1.000. Dalam RDP tersebut, saya sampaikan bahwa untuk tahun 2027 kita mendorong agar alokasinya ditingkatkan menjadi 3.000. Kita berdoa bersama, jikalau meleset pun, setidaknya bisa di angka 1.500,” ujar Saiful.
Ia juga mendorong UNLESA menyiapkan program studi yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan daerah, termasuk bidang teknik. Menurutnya, pengembangan sumber daya manusia lokal perlu diarahkan agar masyarakat Kepulauan Tanimbar dapat mengambil bagian dalam peluang kerja yang berpotensi muncul seiring perkembangan Proyek Strategis Nasional Blok Masela.
“SDM lokal bisa diserap oleh industri Blok Masela jika kita memiliki kualitas yang mumpuni. UNLESA harus mampu menjawab dan merespons kebutuhan daerah ini,” lanjutnya.
Selain pengembangan akademik, Saiful menyarankan pihak yayasan dan rektorat memperkuat keberlanjutan finansial kampus dengan melibatkan alumni yang telah berhasil meniti karier di pemerintahan maupun sektor swasta. Keterlibatan alumni dinilai dapat menjadi salah satu upaya memperluas dukungan terhadap pengembangan institusi.
Menjelang akhir orasi ilmiahnya, Saiful mengingatkan para lulusan agar menjadikan gelar sarjana sebagai tanggung jawab untuk berkontribusi kepada masyarakat, bukan sekadar simbol keberhasilan akademik. Ia mendorong lulusan membangun kompetensi, menjaga integritas, dan mengembangkan kemandirian dalam menghadapi persaingan dunia kerja.
“Gelar sarjana hari ini adalah amanah, bukan akhir perjalanan. Persiapkan diri kalian dengan kompetensi, identitas, dan integritas. Jangan segera membawa map berputar dari kantor ke kantor atau dari biro ke biro hanya untuk melamar kerja. Sebaliknya, jadilah generasi yang mampu menciptakan lapangan kerja. Jadilah tuan di negeri sendiri, bukan sekadar penonton di tengah pesatnya pembangunan,” pesan Saiful.
Ia turut menekankan empat kompetensi penting bagi generasi muda, yakni critical thinking atau berpikir kritis, creativity atau kreativitas, collaboration atau kolaborasi, serta communication atau komunikasi. Keempatnya dinilai penting untuk membantu lulusan menghadapi perubahan dan menjawab kebutuhan pembangunan.
Wisuda Angkatan IV UNLESA menjadi momentum bagi perguruan tinggi tersebut untuk memperkuat perannya dalam menyiapkan sumber daya manusia di Kepulauan Tanimbar. Capaian yang disampaikan Kepala LLDIKTI XII sekaligus menjadi dorongan bagi UNLESA untuk menjaga mutu pendidikan dan mengembangkan program akademik yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta dunia kerja.(BM31-ANDI)




















