Saumlaki,
| INPEX Masela Ltd. membuka 84 kuota Beasiswa INPEX Tahun Akademik 2026–2027 melalui kerja sama dengan Universitas Lelemuku Saumlaki (UNLESA). Program ini diarahkan untuk memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal agar mampu mengambil manfaat dari peluang ekonomi dan lapangan kerja seiring pengembangan Proyek Blok Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) program beasiswa tersebut berlangsung di Aula Universitas Lelemuku Saumlaki, Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kamis (29/10/2026). Kegiatan dihadiri Wakil Bupati Kepulauan Tanimbar, dr. Juliana Ch. Ratuanak, Rektor UNLESA Ferly Agustina Sairmaly, serta perwakilan manajemen INPEX Masela Ltd.
Dari total 84 kuota yang disiapkan, sebanyak 70 kuota diperuntukkan bagi mahasiswa program sarjana (S1), 10 kuota untuk mahasiswa yang sedang menyelesaikan studi akhir atau skripsi, serta empat kuota bagi dosen yang melanjutkan pendidikan doktoral (S3). Alokasi doktoral tersebut terdiri atas dua kuota untuk mahasiswa S3 yang sedang menjalani studi dan dua kuota bagi calon penerima program doktoral baru.
Wakil Bupati Juliana Ch. Ratuanak mengatakan, program beasiswa tersebut menjadi salah satu bentuk investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas SDM daerah. Menurutnya, kekayaan sumber daya alam melalui Blok Masela harus diimbangi dengan kesiapan masyarakat lokal, terutama generasi muda, agar dapat mengambil bagian dalam pembangunan daerah.
“Apakah anak-anak kita, SDM kita di Tanimbar, sudah siap menjadi tuan rumah di tanahnya sendiri?” kata Juliana dalam sambutannya.
Ia menegaskan, keterbatasan ekonomi masih menjadi salah satu hambatan masyarakat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Karena itu, dukungan beasiswa bagi mahasiswa dan dosen dinilai penting untuk memperluas kesempatan pendidikan sekaligus memperkuat kapasitas akademik di Tanimbar.
Juliana juga meminta UNLESA menjaga kepercayaan yang diberikan melalui pengelolaan seleksi penerima beasiswa secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. Penerima bantuan diharapkan memiliki integritas, semangat belajar, serta komitmen untuk berkontribusi bagi pembangunan daerah setelah menyelesaikan pendidikan.
Sementara itu, Rektor UNLESA Ferly Agustina Sairmaly menyampaikan bahwa dukungan INPEX telah membantu keberlanjutan pendidikan mahasiswa yang menghadapi kesulitan pembiayaan. Menurutnya, bantuan tersebut menjadi penting karena sebagian mahasiswa berpotensi menghentikan kuliah bukan karena persoalan akademik, melainkan keterbatasan ekonomi keluarga.
“Ini membantu anak-anak Tanimbar yang terancam putus kuliah hanya karena persoalan biaya,” kata Ferly.
Selain membantu mahasiswa, program beasiswa INPEX tahun ini juga memberikan kesempatan kepada dua dosen UNLESA untuk melanjutkan studi doktoral. Peningkatan kualifikasi tenaga pengajar tersebut diharapkan memperkuat kualitas akademik dan mendukung target UNLESA menjadi perguruan tinggi unggul serta berdaya saing nasional dan internasional pada 2032.
Ferly menjelaskan, UNLESA juga tengah menyiapkan proposal program pemberdayaan masyarakat bersama Universitas Brawijaya dengan dukungan komunikasi dan koordinasi bersama INPEX serta SKK Migas. Program tersebut diarahkan untuk membantu masyarakat mempersiapkan diri menghadapi dampak ekonomi dari kehadiran industri Blok Masela.
Menurutnya, kesiapan masyarakat tidak boleh hanya berorientasi pada masa pembangunan infrastruktur proyek yang diperkirakan berlangsung selama tujuh tahun. Masyarakat juga perlu mengembangkan potensi ekonomi lokal agar manfaat kehadiran industri dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Melalui kerja sama ini, INPEX dan UNLESA diharapkan tidak hanya memperluas akses pendidikan, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan kapasitas SDM Tanimbar. Kesiapan pendidikan, keterampilan, dan kualitas tenaga kerja lokal menjadi bagian penting agar masyarakat memiliki peluang lebih besar untuk berpartisipasi dalam pembangunan yang berkaitan dengan Blok Masela.(BM31-ANDI)




















