Ambon,
| INPEX Scholarship Foundation bekerja sama dengan Universitas Pattimura (Unpatti) menyelenggarakan kegiatan bertajuk Study in Japan-The INPEX Scholarship Foundation Selection at Pattimura University pada Senin (4/8/2025). Acara yang berlangsung di Aula Rektorat Unpatti ini menjadi momentum penting bagi alumni perguruan tinggi di kawasan timur Indonesia untuk mengakses beasiswa studi lanjut jenjang magister di Jepang, khususnya di bidang ilmu pengetahuan alam (natural sciences).
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Chief Secretary of INPEX Scholarship Foundation, Masaki Ushiku, serta jajaran pimpinan Universitas Pattimura, termasuk Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum, Pieter Kakisina. Tidak kurang dari 122 alumni Unpatti tercatat mengikuti seleksi beasiswa, menandai antusiasme besar terhadap peluang studi internasional yang selama ini lebih banyak tersentralisasi di wilayah Jawa.
“Ini merupakan kesempatan emas, sebab tidak semua perguruan tinggi di Indonesia diberi ruang eksklusif seperti ini untuk mendapat sosialisasi langsung dari penyelenggara beasiswa,” kata Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum, Pieter Kakisina.
INPEX Scholarship Foundation hanya memilih tiga perguruan tinggi mitra di Indonesia untuk program seleksi tahun ini, yakni Universitas Indonesia, Universitas Hasanuddin, dan Universitas Pattimura. Kehadiran Unpatti dalam daftar tersebut menunjukkan adanya pengakuan terhadap kualitas lulusan dan potensi pengembangan akademik di wilayah timur Indonesia.
Menurut Pieter Kakisina, pihak universitas merasa bangga sekaligus bertanggung jawab atas kepercayaan ini. Ia menekankan bahwa para alumni yang ikut seleksi harus mempersiapkan diri secara matang dan bersungguh-sungguh agar bisa bersaing dalam program yang kompetitif tersebut. Program ini mencakup beasiswa penuh untuk kuliah S2 di sejumlah universitas bergengsi di Jepang.
“Semoga para alumni dapat mengikuti seluruh tahapan seleksi dengan sebaik-baiknya dan menjadikan kesempatan ini sebagai gerbang menuju pengembangan kapasitas ilmiah yang lebih luas,” tambah Kakisina.
Dari pihak penyelenggara beasiswa, Masaki Ushiku mengungkapkan bahwa hingga kini INPEX Scholarship Foundation telah mendanai sekitar 150 pelajar Indonesia untuk menempuh studi pascasarjana di Jepang. Mayoritas alumni penerima beasiswa itu kini bekerja di berbagai institusi strategis dan perusahaan besar di Jepang.
“INPEX berupaya memberikan kesempatan yang lebih merata kepada mahasiswa dari luar Jawa, termasuk dari kawasan timur Indonesia seperti Maluku,” kata Chief Secretary of INPEX Scholarship Foundation, Masaki Ushiku.
Menurutnya, keterlibatan Unpatti sebagai mitra seleksi diharapkan menjadi jalan untuk meningkatkan keterwakilan mahasiswa dari wilayah yang selama ini minim akses terhadap program internasional. Hal ini sejalan dengan visi inklusif INPEX untuk menghadirkan talenta dari berbagai penjuru Indonesia dalam dunia akademik dan profesional Jepang.
Selain sesi presentasi beasiswa, acara juga diisi dengan pertukaran plakat simbolis antara kedua institusi, serta sesi foto bersama yang menandai komitmen kolaboratif jangka panjang. Program seleksi ini juga membuka ruang bagi Unpatti untuk memperluas jejaring internasional dan menyiapkan alumni dengan kapasitas global.
Dalam konteks geopendidikan Indonesia, kegiatan ini mencerminkan upaya konkret desentralisasi akses akademik internasional yang selama ini terfokus di Pulau Jawa. Universitas Pattimura melalui kolaborasi ini berpotensi menjadi poros regional dalam menghubungkan sumber daya manusia dari Maluku dan kawasan timur Indonesia dengan dunia internasional, terutama Jepang sebagai mitra strategis di bidang energi dan pendidikan.
Dengan seleksi yang tengah berlangsung, hasilnya akan menjadi barometer awal seberapa besar alumni Unpatti mampu bersaing di ranah global. Lebih dari itu, inisiatif ini menunjukkan bagaimana kemitraan lintas negara dan institusi dapat memberikan dampak konkret bagi pemerataan akses pendidikan tinggi di Indonesia. (BM31)




