Ambon,
| Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unit Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Pattimura bersama Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman menyelenggarakan kelas kursus Bahasa Jerman bagi siswa Sekolah Dasar Laboratorium Universitas Pattimura dengan tema “Mengenal Dunia Lewat Bahasa”, pada Senin (8/12/2025), bertempat di Sekolah Laboratorium Unpatti, Ambon. Program ini dirancang untuk menanamkan pengenalan bahasa asing sejak dini, memperluas wawasan global anak-anak, serta memperkuat kolaborasi pendidikan antara DWP FKIP, program studi, dan sekolah laboratorium.
Kegiatan yang berlangsung selama 11 hari, terhitung sejak 8 hingga 19 Desember 2025, ini menyasar siswa jenjang sekolah dasar yang selama ini belum mendapatkan pembelajaran Bahasa Jerman secara formal. Para peserta dibimbing langsung oleh dosen-dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman FKIP Unpatti, termasuk pengajar yang memiliki pengalaman akademik di Jerman, dengan metode pembelajaran interaktif dan kontekstual yang disesuaikan dengan usia anak.
Ketua DWP Unit FKIP Universitas Pattimura, Elin Sinay, menegaskan bahwa pengenalan bahasa asing sejak usia dini merupakan investasi strategis bagi masa depan generasi muda. Menurutnya, Bahasa Jerman tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga jendela untuk memahami budaya, ilmu pengetahuan, dan peluang global.
“Kemampuan berbahasa asing, khususnya Bahasa Jerman, perlu ditanamkan sejak dini agar anak-anak memiliki wawasan yang lebih luas serta kesiapan menghadapi peluang pendidikan dan kerja di masa depan,” kata Ketua DWP Unit FKIP Unpatti, Elin Sinay.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Dharma Wanita FKIP, khususnya Seksi Ekonomi, yang telah menggagas dan mengeksekusi kegiatan tersebut, seraya berharap sinergi antara DWP FKIP, Sekolah Laboratorium, dan program studi dapat terus diperkuat melalui program-program edukatif berkelanjutan.
Dari sisi kelembagaan fakultas, Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan FKIP Unpatti, Dr. Iwan Rumalean, menilai kegiatan ini memiliki nilai strategis ganda, baik bagi pengembangan kompetensi siswa maupun bagi institusi sekolah laboratorium. Selain memperkaya keterampilan bahasa asing, program ini dinilai memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan mutu dan akreditasi sekolah.
“Kegiatan kursus ini bukan hanya memperkaya keterampilan berbahasa asing siswa, tetapi juga menjadi nilai tambah yang signifikan dalam proses akreditasi Sekolah Laboratorium Unpatti,” kata Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan FKIP Unpatti, Iwan Rumalean.
Ia menambahkan bahwa inisiatif kolaboratif antara Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman dan DWP FKIP patut menjadi contoh bagi program studi lain dalam mengembangkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang relevan dengan kebutuhan sekolah dan civitas akademika Universitas Pattimura.
Sementara itu, Ketua Tim Pelaksana kegiatan yang juga Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama Universitas Pattimura, Lussi Loppies, menjelaskan bahwa program ini merupakan tindak lanjut dari keputusan Rapat Kerja Dharma Wanita FKIP untuk Program Bidang Ekonomi Tahun 2025. Fokus program tersebut adalah pengelolaan kelas-kelas kursus bagi masyarakat, dengan kelas Bahasa Jerman sebagai program perdana.
“Kelas Bahasa Jerman ini menjadi langkah awal untuk menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap bahasa asing, sekaligus memperkenalkan Bahasa Jerman sejak dini, mengingat mata pelajaran ini belum diajarkan di jenjang sekolah dasar,” kata Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama Unpatti, Lussi Loppies.
Menurutnya, kegiatan ini juga berfungsi sebagai sarana memperkuat kerja sama antara DWP FKIP Unpatti dengan berbagai pihak dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, khususnya dengan Sekolah Laboratorium Universitas Pattimura. Ia berharap program ini dapat berlanjut dan berkembang pada tahun-tahun mendatang.
Dukungan terhadap kegiatan ini juga datang dari pihak Sekolah Laboratorium Universitas Pattimura. Ketua Penyelenggara Sekolah Laboratorium Unpatti, Dr. Anastasija Limba, menilai kelas Bahasa Jerman memiliki nilai strategis dalam persiapan akreditasi sekolah yang direncanakan pada tahun 2026.
“Kolaborasi antara DWP FKIP dan Sekolah Laboratorium tidak hanya meningkatkan kualitas pembelajaran, tetapi juga menjadi bukti nyata kemitraan pendidikan antara sekolah dan orang tua,” kata Ketua Penyelenggara Sekolah Laboratorium Unpatti, Anastasija Limba.
Menutup rangkaian sambutannya, ia memberikan motivasi kepada para siswa agar mengikuti kegiatan dengan penuh semangat, seraya menanamkan mimpi besar untuk melanjutkan pengalaman belajar hingga ke Jerman di masa depan.
Secara keseluruhan, pelaksanaan kelas Bahasa Jerman ini mencerminkan upaya konkret Universitas Pattimura melalui DWP FKIP dan Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman dalam membangun ekosistem pendidikan dasar yang adaptif, berorientasi global, dan berkelanjutan. Program ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kompetensi siswa, tetapi juga memperkuat posisi Sekolah Laboratorium Unpatti sebagai institusi pendidikan percontohan yang inovatif dan kolaboratif. (BM31)









