Masohi,
| Sebanyak 76 anak di Kabupaten Maluku Tengah dilaporkan terserang diare dalam sepekan terakhir. Lonjakan kasus ini mendorong Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tengah mengambil langkah cepat untuk melakukan penanganan dan meningkatkan kewaspadaan warga terkait kebersihan lingkungan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tengah, Djali Talaohu, dalam keterangan resminya memastikan bahwa pihaknya telah melakukan penyelidikan epidemiologi untuk menelusuri sumber peningkatan kasus. Hasil awal menunjukkan bahwa kebersihan lingkungan yang buruk menjadi faktor paling dominan.
“Penyebab utamanya adalah lingkungan yang kurang bersih. Kondisi ini sangat berpotensi memicu penularan penyakit, termasuk diare, terutama pada anak-anak,” ujar Talaohu.
Ia menjelaskan bahwa tingginya kasus diare pada anak umumnya berkaitan dengan sanitasi tidak memadai, akses air bersih terbatas, serta perilaku hidup bersih yang belum diterapkan secara konsisten. Kondisi tersebut memperbesar risiko penularan diare, terutama di wilayah pemukiman padat.
Talaohu mengimbau masyarakat untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), termasuk menjaga kebersihan rumah dan lingkungan, serta memastikan makanan dan minuman yang dikonsumsi anak aman.
“Kami berharap warga lebih disiplin menjaga kebersihan agar anak-anak tidak mudah terserang penyakit,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa peningkatan kesadaran kolektif sangat penting untuk memutus rantai penularan. Para orang tua diminta segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila mengalami diare berulang, muntah, demam, atau tanda dehidrasi, agar penanganan dapat diberikan lebih cepat dan tepat. (BM31-02)









