BM31News
BM31News
BM31News
BM31News

Direktur Polnam Tegaskan Keberhasilan Kampus Harus Diukur dari Dampak Nyata

Dies Natalis ke-39 menjadi momentum Polnam mengubah orientasi keberhasilan dari sekadar aktivitas menuju hasil dan manfaat nyata.

Ambon, | Direktur Politeknik Negeri Ambon (Polnam), Marceau Armstrong Fillex Haurissa, menegaskan keberhasilan perguruan tinggi tidak semestinya hanya dilihat dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi dari hasil dan manfaat yang benar-benar dirasakan mahasiswa, dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat. Penegasan itu disampaikan dalam acara Syukuran Dies Natalis ke-39 Polnam yang berlangsung di Ruang Apel Kampus Polnam Ambon, Senin malam (5/10/2026).

Pernyataan tersebut menjadi salah satu penekanan utama dalam peringatan Dies Natalis ke-39 yang mengusung tema “Politeknik Negeri Ambon Bersinergi, Berinovasi, Berdampak dan Berdaya Saing”. Haurissa menempatkan momentum ulang tahun institusi sebagai ruang untuk melakukan refleksi, evaluasi, sekaligus menentukan arah pengembangan Polnam ke depan.

Menurut Haurissa, ukuran keberhasilan Polnam perlu diarahkan pada keluaran yang memberikan manfaat nyata. Pendekatan tersebut mencakup proses pendidikan, penelitian terapan, pengabdian kepada masyarakat, hingga kontribusi lulusan terhadap kebutuhan dunia kerja.

“Keberhasilan Polnam jangan hanya kita ukur dari seberapa banyak kegiatan yang telah kita laksanakan, tetapi dari apa yang dihasilkan dan seberapa besar manfaat yang dirasakan,” kata Direktur Polnam, Marceau Armstrong Fillex Haurissa.

Ia menjelaskan, dampak tersebut harus terlihat pada kompetensi mahasiswa dan kesiapan mereka memasuki dunia kerja. Pada saat yang sama, Polnam dituntut mampu menjawab kebutuhan dunia usaha dan dunia industri melalui tenaga kerja yang memiliki keterampilan serta kompetensi sesuai kebutuhan.

BM31News

Bagi pemerintah, lanjut Haurissa, perguruan tinggi vokasi juga harus mampu memberikan kontribusi melalui gagasan, penelitian, dan teknologi terapan yang dapat mendukung pembangunan. Sementara bagi masyarakat, keberadaan Polnam diharapkan menghasilkan solusi yang menjawab kebutuhan serta persoalan nyata di daerah.

Haurissa juga menekankan pentingnya perubahan budaya kerja di lingkungan internal Polnam. Dosen dan tenaga kependidikan didorong mengurangi sekat antarunit serta meninggalkan pola kerja yang hanya berorientasi pada rutinitas.

“Kita memiliki tanggung jawab yang sama untuk membawa Polnam menjadi perguruan tinggi vokasi yang semakin relevan dengan kebutuhan zaman dan semakin dipercaya oleh masyarakat serta dunia kerja,” ujarnya.

Dalam konteks tersebut, tema Dies Natalis ke-39 tidak ditempatkan sebagai slogan semata. Haurissa memaknainya sebagai arah kerja yang menghubungkan sinergi, inovasi, dampak, dan daya saing secara berkelanjutan.

Acara tersebut dihadiri Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Hubungan Masyarakat Universitas Pattimura Nur Aida Kubangun, jajaran pimpinan Polnam, mitra pemerintah dan industri, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta sivitas akademika. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari momentum evaluasi dan penguatan arah kolaborasi Polnam pada usia ke-39.

Dengan orientasi tersebut, Polnam ingin menempatkan manfaat sebagai ukuran penting keberhasilan institusi. Fokus itu sekaligus mempertegas posisi perguruan tinggi vokasi untuk menghasilkan pendidikan dan inovasi yang memiliki relevansi langsung dengan kebutuhan Maluku dan Indonesia.(BM31-01)

📢 Ikuti BM31News untuk dapatkan berita terbaru
⚠️ DISCLAIMER: Konten BM31News.com dilindungi undang-undang. Dilarang mengutip, menyalin, memuat ulang sebagian atau seluruh isi artikel ini dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari redaksi BM31News.com.
BM31News

Hak Cipta BM31News. Dilindungi undang-undang.

error: Konten Dilindungi !