Ambon,
| Politeknik Negeri Ambon (Polnam) mendorong perubahan pola kerja sama dengan pemerintah dan dunia usaha serta dunia industri dari hubungan administratif menuju kolaborasi yang menghasilkan manfaat konkret. Dorongan tersebut disampaikan Direktur Polnam, Marceau Armstrong Fillex Haurissa, dalam Syukuran Dies Natalis ke-39, Senin (5/10/2026).
Haurissa mengatakan perguruan tinggi vokasi tidak dapat berkembang dengan mengandalkan kekuatan internal semata. Sinergi perlu dibangun antara pimpinan, jurusan, program studi, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, pemerintah daerah, industri, alumni, dan berbagai mitra.
“Ke depan, saya berharap hubungan Polnam dengan pemerintah dan para mitra semakin bergerak dari kerjasama administrasi menuju kolaborasi yang nyata dan produktif,” kata Direktur Polnam, Marceau Armstrong Fillex Haurissa.
Menurut dia, Polnam memiliki sumber daya manusia, mahasiswa, kompetensi vokasi, laboratorium, serta kapasitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang dapat disinergikan dengan kebutuhan pemerintah, industri, dan masyarakat. Dengan pendekatan tersebut, kampus tidak hanya berada pada posisi sebagai penerima dukungan, tetapi juga sebagai mitra pembangunan.
Kolaborasi itu diarahkan pada berbagai kegiatan yang memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa. Beberapa di antaranya mencakup program magang industri, pembelajaran berbasis dunia kerja, penelitian terapan, pengabdian kepada masyarakat, dan kerja sama kelembagaan.
“Polnam tidak ingin hanya hadir sebagai institusi yang membutuhkan dukungan, tetapi Polnam harus hadir sebagai mitra pembangunan,” ujarnya.
Dorongan tersebut berkaitan langsung dengan karakter Polnam sebagai perguruan tinggi vokasi. Pendidikan vokasi membutuhkan hubungan yang erat dengan kebutuhan lapangan agar kompetensi yang diperoleh mahasiswa tetap relevan dengan perkembangan dunia kerja.
Haurissa juga mengharapkan pemerintah dan dunia industri semakin membuka ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman langsung. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam lingkungan kerja dapat memperkuat keterampilan sekaligus mempertemukan pembelajaran kampus dengan kebutuhan nyata di lapangan.
Dalam peringatan Dies Natalis ke-39, arah kolaborasi tersebut ditempatkan dalam tema “Politeknik Negeri Ambon Bersinergi, Berinovasi, Berdampak dan Berdaya Saing”. Tema itu menempatkan sinergi sebagai bagian awal untuk menghasilkan inovasi dan dampak yang dapat diukur.
Acara tersebut turut dihadiri Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Hubungan Masyarakat Universitas Pattimura Nur Aida Kubangun, jajaran pimpinan Polnam, perwakilan pemerintah, dunia usaha dan industri, lembaga jasa keuangan, mitra ketenagakerjaan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta undangan lainnya.
“Bukan siapa yang membantu siapa, tetapi apa yang kita kerjakan bersama dan dampak apa yang kita hasilkan bersama,” kata Haurissa.
Arah tersebut menunjukkan bahwa Polnam ingin memperluas fungsi kemitraan menjadi kerja bersama yang memberikan hasil terukur. Bagi mahasiswa, pola kolaborasi itu diharapkan memperkuat pengalaman dan kompetensi sebelum memasuki dunia kerja, sedangkan bagi pemerintah dan industri dapat menjadi ruang untuk memperoleh dukungan keahlian vokasi sesuai kebutuhan.(BM31-01)







