BM31News
BM31News
BM31News
BM31News BM31News BM31News

BAPOMI Maluku Lepas 31 Atlet ke POMNas XIX Semarang, Bukti Ketangguhan Olahraga Mahasiswa di Tengah Keterbatasan

31 atlet mahasiswa Maluku siap berlaga di POMNas XIX Semarang, menunjukkan komitmen pembinaan prestasi olahraga di tengah keterbatasan fasilitas dan anggaran.

Ambon, | Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia (BAPOMI) Provinsi Maluku resmi melepas 31 atlet untuk mengikuti Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNas) XIX yang digelar di Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (12/9/2025), dalam sebuah upacara penuh semangat di Auditorium Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Pattimura.

Keberangkatan kontingen Maluku ini menjadi momentum penting bagi dunia olahraga mahasiswa daerah, di tengah keterbatasan anggaran dan fasilitas yang masih menjadi tantangan utama.

Kontingen Maluku akan berlaga pada tujuh cabang olahraga, yakni panjat tebing, atletik, catur, taekwondo, wushu, pencak silat, dan karate. Dari total 31 atlet yang diberangkatkan, 26 di antaranya berasal dari Universitas Pattimura (Unpatti) dan 5 dari Politeknik Negeri Ambon. Mereka akan didampingi 7 pelatih dan sejumlah official selama perhelatan berlangsung.

Ketua BAPOMI Provinsi Maluku, Nur Aida Kubangun, menegaskan bahwa keikutsertaan Maluku dalam POMNas bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga bentuk nyata pembinaan dan peningkatan prestasi olahraga mahasiswa di daerah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pengurus BAPOMI Maluku yang telah berjuang keras dalam pelaksanaan Pomprov meski dengan berbagai keterbatasan. Bahkan hingga kini, masih ada beban utang yang perlu menjadi perhatian bersama,” kata Ketua BAPOMI Maluku, Nur Aida Kubangun.

Ia menambahkan, sesuai regulasi terbaru, pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Pomprov) menjadi syarat wajib bagi keikutsertaan mahasiswa dalam ajang nasional POMNas. Dari sepuluh cabang olahraga yang dipertandingkan di Pomprov, hanya tujuh cabang yang akhirnya dikirimkan ke tingkat nasional.

Dalam keterbatasan dana, BAPOMI Maluku menerapkan strategi keberangkatan bertahap untuk menekan biaya akomodasi.

“Model keberangkatan kami adalah atlet yang akan bertanding lebih dahulu berangkat, setelah selesai kembali, lalu disusul atlet berikutnya. Ini untuk mengurangi biaya yang cukup besar jika seluruh kontingen menetap sejak awal,” jelas Nur Aida Kubangun.

Pertandingan POMNas XIX akan berlangsung di dua kota Semarang dan Solo dengan sebagian besar cabang olahraga dipusatkan di Semarang, sementara cabang pencak silat akan digelar di Solo.

Dukungan moral dan material datang dari berbagai pihak. Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum Universitas Pattimura, Prof. Dr. Pieter Kakisina, menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi penghalang bagi mahasiswa untuk berprestasi.

“Kendala efisiensi anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk menghambat pengembangan potensi mahasiswa. Untuk 50 mahasiswa Unpatti yang mengikuti lomba paduan suara di tingkat dunia, dana sebesar Rp2,3 miliar tidak pernah dipermasalahkan, karena itu menyangkut prestasi mahasiswa dan nama besar Unpatti di kancah internasional,” kata Pieter Kakisina.

Ia juga mengungkapkan bahwa Unpatti tengah membangun Sport Center dengan dukungan Kementerian Pemuda dan Olahraga, yang diharapkan menjadi pusat pembinaan atlet Maluku di masa depan.

“Kita tidak hanya sekadar ikut lomba, tetapi harus membuktikan bahwa secara sportif, kita juga bisa berprestasi dan mengharumkan nama Maluku,” tambahnya.

Dukungan serupa datang dari Pemerintah Provinsi Maluku melalui Asisten Administrasi Umum, Sartono Pinning, yang mengingatkan para atlet agar menjaga sportivitas dan solidaritas selama ajang berlangsung. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara BAPOMI, pemerintah daerah, dan KONI Maluku untuk memperkuat pembinaan atlet di tingkat mahasiswa.

Keberangkatan kontingen Maluku ke POMNas XIX bukan sekadar peristiwa olahraga, melainkan simbol tekad generasi muda Maluku dalam menembus batas-batas keterbatasan. Dengan jumlah mahasiswa yang mencapai 28 ribu di Universitas Pattimura dan ribuan lainnya di berbagai perguruan tinggi Maluku, potensi sumber daya manusia daerah ini sesungguhnya sangat besar.

Namun, tanpa dukungan berkelanjutan dalam bentuk fasilitas, pendanaan, dan pembinaan, potensi tersebut sulit berkembang maksimal. Ajang ini sekaligus menjadi tolak ukur sejauh mana sinergi antarlembaga pendidikan, pemerintah, dan dunia olahraga mampu mencetak atlet mahasiswa berdaya saing nasional.

Kegiatan pelepasan kontingen diakhiri dengan atraksi dari para atlet serta sesi foto bersama seluruh unsur yang hadir. (BM31)


Dapatkan berita terbaru dari BM31News.com langsung di ponsel Anda! Klik untuk bergabung di Channel WhatsApp dan Telegram kami sekarang juga.

BM31NEWS

@bm31news.com

Ikuti akun resmi BM31NEWS di TikTok

Follow