banner 1080x1921

Tuntutan Tak Dipenuhi, Egianus Kogoya Ancam Bakal Tembak Mati Pilot Susi Air

Papua, BM31News.com – Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri menanggapi ultimatum yang disampaikan Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB pimpinan Egianus Kogoya terkait nasib pilot susi air Phillip Mark Mehrtens yang hingga kini masih disandera.

Diketahui, KKB pimpinan Egianus Kogoya melalui media sosial mengancam akan menembak Phillip Mark Mehrtens pada 1 Juli 2023.

Terkait dengan ultimatum Egianus yang akan membunuh pilot Susi Air tersebut, Irjen Mathius Fakhiri mengatakan tetap membangun komunikasi dengan keluarga Egianus Kogoya.

Tujuannya, agar pihak keluarga menyampaikan kepada Egianus Kogoya untuk dapat menahan emosi dan bisa berkomunikasi dengan aparat keamanan.

Selain itu, Irjen Mathius Fakhiri juga meminta penjabat Bupati Nduga untuk membantu membebaskan sandera dari tawanan KKB pimpinan Egianus Kogoya.

Baca Juga:  Menjelang HUT Kemerdekaan RI, Lapas Kelas IIA Ambon Usulkan Remisi 322 Nara Pidana

“Penjabat Bupati Nduga yang baru dilantik diharapkan dapat membangun komunikasi secara aktif agar kelompok Egianus tidak lagi menuntut hal-hal yang diberikan negara,” kata Irjen Pol Fakhiri, di Jayapura, Selasa (27/6/2023).

Selain itu, kata Fakhiri, Pemprov Papua Pegunungan juga sudah mendorong penjabat Bupati Nduga untuk membantu membebaskan pilot berkebangsaan Selandia Baru itu.

Dia menuturkan, saat ini berbagai pendekatan sudah dilakukan baik melalui tokoh masyarakat, tokoh agama hingga keluarga Egianus sendiri.

“Mudah-mudahan dengan berbagai langkah yang dilakukan Egianus berubah sikap sehingga mau menyerahkan sandera ke petugas, ” ujar Fakhiri.

Irjen Pol Fakhiri menambahkan, pihaknya juga terus melakukan komunikasi dengan berbagai pihak agar ada jalan keluar untuk bisa duduk bersama menyelesaikan tuntutan dan harapannya.

Baca Juga:  Perlakuan Tidak Manusiawi Terhadap Pedagangan Asongan, PT Pelindo Dipanggil Komisi IV

“Yang terpenting tidak keluar dari konteks sebuah negara dan tidak mau dia memaksakan kehendaknya agar apa yang diinginkannya diikuti,” ujarnya.

“Kita mau dia (Egianus) menyerahkan sandera Philips yang sudah ditawan sejak tanggal 7 Pebruari lalu di Paro, sehingga TNI-Polri akan berusaha semaksimal mungkin dalam menangani masalah ini.” (BM31)

banner 1080x1080
banner 1080x1534
error: Konten Dilindungi !