banner 1080x1921

ASEAN Utamakan Dialog untuk Penyelesaian Isu HAM

Jakarta, BM31News.com – Penegakan hak asasi manusia (HAM) menjadi isu krusial dalam Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN ke-56/AMM di Jakarta pada 10-14 Juli 2023. Untuk itu dalam perhelatan AMM diadakan sesi khusus Pertemuan Komisi HAM Antarpemerintah ASEAN (AICHR) pada Selasa (11/7/2023).

Saat memberikan pernyataan di pertemuan AICHR tersebut, Menlu RI Retno Marsudi menyampaikan, ASEAN tidak boleh mengabaikan isu-isu hak asasi manusia. Perbedaan antarnegara, bukan menjadi alasan untuk mengabaikan isu-isu HAM krusial yang terjadi di kawasan Asia Tenggara.

banner 1080x1080

Lebih lanjut, Menlu Retno mengatakan bahwa, dalam konteks pemajuan HAM, anggota ASEAN harus terus memelihara kerja sama yang berlandaskan pada iktikad baik dan kemauan untuk belajar satu sama lain. Dalam hal ini, Menlu Retno menyampaikan dua fokus area kerja sama ASEAN di bidang HAM.

Baca Juga:  Kunjungi UNPATTI, Konsul Jenderal Australia Todd Dias Berikan Kuliah Umum

Pertama, perlunya merawat tradisi dialog. Menurut Menlu Retno, di tengah berbagai perbedaan, ASEAN harus terus mengutamakan dialog untuk mengawal kemajuan-kemajuan yang telah dicapai di bidang HAM. Salah satu contohnya melalui ASEAN Human Rights Dialogue. Forum ini membuktikan bahwa negara ASEAN dapat terlibat dalam dialog yang jujur dan terbuka untuk membahas isu-isu HAM di kawasan.

“Forum ini penting untuk dilangsungkan secara reguler. Oleh sebab itu, kami berharap Leader’s Declaration on the ASEAN Human Rights Dialogue dapat tercapai,” ujar Menlu Retno.

Hal kedua, perlunya memproyeksikan nilai-nilai ASEAN ke tingkat global. Pasalnya, krisis dan rivalitas global yang terjadi akhir-akhir ini telah memperberat tantangan bagi pemajuan isu HAM global. Indonesia mendorong ASEAN agar dapat memberi contoh dengan memprioritaskan pendekatan konstruktif, dibanding melakukan aksi saling tuding.

Baca Juga:  Krisis Baru Mengancam Ekonomi Inggris

Di samping itu, Menlu Retno menekankan perlunya kesatuan negara-negara ASEAN untuk menolak standar ganda dan politisasi isu HAM di kawasan.

Menyangkut peningkatan peran AICHR, Indonesia mengharapkan program-program AICHR tidak terbatas pada peningkatan kapasitas saja, melainkan bisa berupa inisiatif-inisiatif lain yang memiliki dampak nyata. (BM31)

banner 1080x1080
banner 1080x1534
error: Konten Dilindungi !