BM31News
BM31News
BM31News

Laboratorium PLTS dan Mikrohidro Polnam Resmi Beroperasi

Fasilitas baru Polnam memperkuat pembelajaran praktik bagi mahasiswa dan pengembangan kompetensi SDM energi terbarukan.

Ambon, | Politeknik Negeri Ambon (Polnam) memperkuat pendidikan vokasi energi terbarukan dengan meresmikan Laboratorium Tenaga Surya dan Mikro Hidro, Senin (14/9/2026). Fasilitas tersebut diresmikan dalam kunjungan Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia Philip Nathan Taula bersama Dirjen EBTKE Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi.

Peresmian berlangsung di Polnam sebagai bagian dari Kick Off Ceremony of Solar and Micro Hydro Labs. Laboratorium tersebut merupakan hasil kerja sama NZMATES, NZ Ministry of Foreign Affairs and Trade (MFAT), Ditjen EBTKE Kementerian ESDM, dan PT PLN.

Fasilitas tersebut diarahkan untuk mendukung pendidikan dan pelatihan berbasis praktik bagi mahasiswa serta pengembangan kompetensi dosen dan tenaga laboratorium. Penguatan fasilitas menjadi penting karena Polnam sedang mengembangkan Program Studi Energi Baru Terbarukan.

Plt Direktur Polnam Lory Marcus Parera mengatakan pendidikan vokasi membutuhkan fasilitas praktik yang memadai karena proses pembelajaran lebih banyak diarahkan pada keterampilan teknis.

“Karena kami adalah pendidikan vokasi yang notabene adalah lebih banyak berimplikasi dengan praktik, teori itu hanya sedikit saja,” kata Lory Marcus Parera.

Menurut Lory, kerja sama dengan NZMATES sejak 2019 juga telah memberikan manfaat dalam bentuk pelatihan bagi dosen dan PLP. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses pengembangan kapasitas Polnam di bidang energi terbarukan.

Duta Besar Selandia Baru Philip Nathan Taula mengatakan laboratorium tersebut menjadi salah satu bentuk konkret kerja sama kedua negara dalam mendukung pengembangan energi terbarukan di Maluku. Polnam dinilai memiliki peran dalam melatih tenaga yang dapat menggunakan sistem tenaga surya dan mikrohidro.

“Kami baru saja meresmikan laboratorium baru hari ini. Jadi saya rasa ini adalah cara yang luar biasa bagi kedua negara kita untuk bekerja sama dalam mendukung pembangunan Provinsi Maluku,” kata Philip Nathan Taula.

Kerja sama NZMATES memasuki fase kedua setelah sebelumnya berjalan sekitar lima tahun. Menurut Philip, fase lanjutan diarahkan untuk menerjemahkan pengalaman kerja sama sebelumnya ke dalam lebih banyak proyek dan peningkatan akses listrik masyarakat.

Dirjen EBTKE Eniya Listiani Dewi mengatakan fasilitas tersebut memiliki relevansi dengan kebutuhan pengembangan sistem energi di wilayah kepulauan. Selain PLTS, Maluku memiliki potensi energi hidro, angin, panas bumi, biomassa, dan energi laut.

Eniya juga menyoroti kebutuhan tenaga yang mampu mengoperasikan dan memelihara pembangkit setelah proyek selesai dibangun. Menurutnya, pengembangan laboratorium dan program studi EBT di Polnam dapat menjadi bagian dari persiapan tenaga tersebut.

“Karena Indonesia Timur itu punya potensi yang luar biasa tetapi memang kita kurang SDM yang skill, yang punya kompetensi yang tinggi,” ujar Eniya Listiani Dewi.

Polnam menyatakan fasilitas laboratorium akan dimanfaatkan untuk mendukung pembelajaran Program Studi Energi Baru Terbarukan. Pengembangan kompetensi mahasiswa diharapkan berjalan seiring dengan peningkatan kebutuhan tenaga terampil dalam proyek energi terbarukan di Maluku.

Peresmian laboratorium tersebut sekaligus memperkuat kemitraan Polnam dengan Selandia Baru dan pemerintah Indonesia dalam bidang pengembangan energi terbarukan. Ke depan, Polnam menyatakan akan melanjutkan konsolidasi terkait pengembangan SDM, peralatan, dan kerja sama teknis.(BM31-01)

📢 Ikuti BM31News untuk dapatkan berita terbaru
⚠️ DISCLAIMER: Konten BM31News.com dilindungi undang-undang. Dilarang mengutip, menyalin, memuat ulang sebagian atau seluruh isi artikel ini dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari redaksi BM31News.com.
BM31News

Hak Cipta BM31News. Dilindungi undang-undang.

error: Konten Dilindungi !