BM31News
BM31News
BM31News

NZMATES 2 Perkuat Kerja Sama Energi Terbarukan di Maluku

Program NZMATES 2 melanjutkan kolaborasi Selandia Baru dan Indonesia untuk memperluas pengembangan energi bersih di Maluku.

Ambon, | Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Pattimura, Dominggus Malle menghadiri peluncuran New Zealand-Maluku Access to Renewable Energy Support (NZMATES) Programme Phase 2 di Lantai 6 Ruang Rapat Kantor Gubernur Maluku, Senin (14/9/2026). Program kerja sama Pemerintah Selandia Baru dan Indonesia tersebut diarahkan untuk memperkuat pengembangan serta akses energi terbarukan di Maluku.

Peluncuran NZMATES Phase 2 dihadiri Ambassador of New Zealand for Indonesia, Philip Taula, pejabat Kedutaan Besar Selandia Baru dan mitra NZMATES, jajaran Pemerintah Provinsi Maluku, Kementerian ESDM, Kementerian PPN/Bappenas, Universitas Pattimura, Politeknik Negeri Ambon, Sinode GPM, serta sejumlah instansi terkait.

Program tersebut merupakan kelanjutan kerja sama yang sebelumnya telah melibatkan Universitas Pattimura. Kerja sama Unpatti dengan Pemerintah Selandia Baru melalui Kedutaan Besar Selandia Baru dan tim NZMATES disebut telah berlangsung sejak 2019.

Sehari setelah peluncuran, Selasa (15/9/2026), Philip Taula mengunjungi Universitas Pattimura dan bertemu dengan pimpinan universitas. Kunjungan itu menjadi bagian dari penguatan kerja sama dalam pengembangan energi bersih dan energi terbarukan di Maluku.

“Saya senang sekali bisa ke Ambon pertama kali. Tujuan utama untuk kunjungan ini adalah untuk meluncurkan proyek New Zealand MATES 2. Dan salah satu partner yang penting di dalam proyek itu adalah Unpatti,” ujar Philip Taula.

Dalam kunjungan tersebut, Taula juga melihat sejumlah fasilitas di lingkungan Unpatti, termasuk Solar Lab Unpatti yang selama beberapa tahun terakhir mendapat dukungan Pemerintah Selandia Baru. Fasilitas tersebut menjadi salah satu bagian dari dukungan kerja sama dalam pengembangan energi terbarukan di lingkungan akademik.

Taula mengatakan kerja sama tersebut diarahkan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap energi, khususnya energi bersih. Menurutnya, keterlibatan berbagai mitra di Maluku menjadi bagian penting dalam pelaksanaan NZMATES 2.

“New Zealand juga mendukung dalam beberapa tahun terakhir ini sebagai fokus kami untuk coba bekerja sama dengan Maluku untuk meningkatkan akses untuk energi, energi bersih,” jelasnya.

NZMATES 2 melibatkan sejumlah mitra, antara lain Pemerintah Provinsi Maluku, Universitas Pattimura, Politeknik Negeri Ambon, Yayasan Mercy Corps, GHD, serta mitra lainnya. Kolaborasi tersebut diarahkan agar pengembangan energi bersih tidak berhenti pada tingkat institusi, tetapi dapat memberi manfaat hingga masyarakat lokal.

Wakil Rektor Bidang Akademik Unpatti, Prof. Malle, mengatakan kerja sama dengan Pemerintah Selandia Baru kemudian berkembang hingga pada 2021 dibangun fasilitas energi terbarukan di lingkungan kampus. Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut perlu terus dimanfaatkan untuk mendukung pendidikan, riset, dan pengembangan teknologi.

Program NZMATES kini memasuki fase kedua setelah fase pertama berjalan sekitar lima tahun. Dalam fase NZMATES 2.0, Unpatti kembali menjadi salah satu bagian dari kerja sama yang diarahkan pada penguatan energi bersih dan energi terbarukan di Maluku.

Malle berharap fasilitas dan laboratorium energi terbarukan di Unpatti tidak hanya menjadi fasilitas pendukung kegiatan akademik, tetapi dapat dimanfaatkan secara lebih luas untuk mendorong pemahaman dan penggunaan energi bersih.

Ia juga mendorong pemanfaatan teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai media pembelajaran mahasiswa, termasuk pengembangan berbasis Internet of Things (IoT) pada sektor pertanian dan perikanan.

Menurut Malle, keterlibatan perguruan tinggi juga perlu diperluas ke masyarakat, terutama wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Perguruan tinggi dinilai memiliki peran untuk membantu pengembangan kapasitas masyarakat sekaligus memperkenalkan teknologi energi yang sesuai dengan kebutuhan daerah.

Kerja sama NZMATES 2 juga memiliki keterkaitan dengan agenda pengembangan energi surya di Maluku. Salah satu arah yang diharapkan dapat didukung melalui pengembangan teknologi dan sumber daya manusia adalah rencana pembangunan PLTS skala besar di Kepulauan Aru.

Penguatan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, lembaga mitra, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam memastikan pengembangan energi terbarukan memiliki manfaat yang lebih luas. Dalam konteks tersebut, Unpatti menempatkan fasilitas energi terbarukan dan keterlibatan mahasiswa sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas lokal di bidang energi bersih.(BM31)

📢 Ikuti BM31News untuk dapatkan berita terbaru
⚠️ DISCLAIMER: Konten BM31News.com dilindungi undang-undang. Dilarang mengutip, menyalin, memuat ulang sebagian atau seluruh isi artikel ini dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari redaksi BM31News.com.
BM31News

Hak Cipta BM31News. Dilindungi undang-undang.

error: Konten Dilindungi !