Ambon,
| Tiga mahasiswa Program Studi Fisika Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Pattimura berhasil menorehkan prestasi nasional dalam ajang FAPERTA FAIR 9 yang digelar Sentosa Foundation di Universitas Muhammadiyah Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada 9-11 Mei 2026. Mereka adalah Martha Merlin Moruk, Muhammad Hukul, dan Gloria Manuhuttu, yang seluruhnya merupakan penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K). Tim tersebut sukses membawa pulang empat penghargaan nasional setelah bersaing dengan ratusan peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Keberhasilan itu menjadi sorotan karena menunjukkan bahwa akses pendidikan melalui program afirmasi seperti KIP-K mampu melahirkan mahasiswa berprestasi dari kawasan timur Indonesia. Dalam kompetisi tersebut, Tim Universitas Pattimura meraih Juara II Lomba Esai Ilmiah Nasional, Best Paper, Bronze Medal, dan Gold Medal FAPERTA FAIR 9. Capaian tersebut menempatkan Universitas Pattimura sebagai salah satu perguruan tinggi yang mampu bersaing di tingkat nasional.
Ajang FAPERTA FAIR 9 mengangkat tema “Langkah Generasi Muda Menuju Indonesia yang Lebih Berkembang”. Tim Unpatti tampil dengan gagasan inovatif berbasis sains dan teknologi melalui karya ilmiah dan presentasi yang dinilai memiliki relevansi, kekuatan riset, serta nilai aplikatif. Dewan juri menilai karya yang dipresentasikan mampu menjawab tantangan pembangunan melalui pendekatan ilmiah yang terukur.
Persaingan dalam kompetisi itu tergolong ketat karena diikuti lebih dari 300 peserta dari berbagai universitas di Indonesia. Dalam hasil akhir penilaian, Universitas Pattimura berhasil menempati posisi kedua terbaik setelah Universitas Diponegoro. Hasil tersebut dinilai menjadi indikator meningkatnya kualitas akademik mahasiswa Unpatti di level nasional.
“Atas nama pimpinan dan lembaga pendidikan, kami mengucapkan terima kasih atas perjuangan mahasiswa yang berhasil mengharumkan nama Universitas Pattimura di tingkat nasional,” kata Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Hubungan Masyarakat, dan Alumni Universitas Pattimura, Nur Aida Kubangun.
Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari dukungan akademik fakultas serta semangat mahasiswa dalam membangun budaya kompetisi ilmiah. Ia menilai prestasi itu sekaligus menjadi bukti bahwa mahasiswa Universitas Pattimura mampu bersaing dengan perguruan tinggi lain di Indonesia. Kampus, kata dia, akan terus mendorong penguatan inovasi dan prestasi mahasiswa menuju target universitas berdaya saing global.
Prestasi mahasiswa penerima KIP-K itu juga memperlihatkan bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk mencetak pencapaian akademik tinggi. Program bantuan pendidikan dinilai memiliki dampak nyata dalam membuka akses sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia di daerah. Di tengah tantangan pemerataan pendidikan nasional, capaian tersebut menjadi representasi penting kemajuan mahasiswa dari Indonesia Timur.
“Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Universitas Pattimura mampu bersaing secara nasional dan menunjukkan kualitas akademik yang unggul,” kata Martha Merlin Moruk mewakili Tim Universitas Pattimura.
Keberhasilan tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk aktif berinovasi dan terlibat dalam kompetisi ilmiah nasional maupun internasional. Selain membawa nama baik kampus, capaian itu juga memperkuat posisi Maluku sebagai daerah yang mampu melahirkan talenta muda unggul di bidang sains dan teknologi.(BM31)





