Ambon,
| Universitas Pattimura (Unpatti) menyelenggarakan Sosialisasi Program Jaminan Kesehatan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Tenaga Kependidikan pada Kamis (4/12/2025) di Aula Rektorat Universitas Pattimura, Ambon. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman sivitas akademika terkait mekanisme layanan kesehatan, manfaat perlindungan, serta prosedur klaim dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), sebagai upaya memperkuat perlindungan kesehatan bagi seluruh pegawai di lingkungan Unpatti.
Kegiatan sosialisasi tersebut diikuti oleh ASN dan tenaga kependidikan, dengan menghadirkan narasumber dari internal universitas serta pihak penyelenggara jaminan kesehatan. Universitas Pattimura menilai kegiatan ini krusial untuk memastikan seluruh pegawai memahami hak dan kewajiban mereka sebagai peserta jaminan kesehatan, sekaligus mencegah terulangnya persoalan keterlambatan layanan dalam situasi darurat medis.
Dalam sambutannya, Kepala Biro Perencanaan, Keuangan, dan Umum Universitas Pattimura, Frengki Polnaya, menegaskan bahwa sosialisasi ini merupakan bentuk tanggung jawab institusi terhadap kesejahteraan pegawai.
“Seluruh pegawai Universitas Pattimura, baik ASN maupun non-ASN, wajib memahami secara utuh hak dan kewajiban terkait layanan jaminan kesehatan, agar tidak terjadi kebingungan ketika menghadapi kondisi darurat,” kata Kepala Biro Perencanaan, Keuangan, dan Umum Universitas Pattimura, Frengki Polnaya.
Ia menjelaskan, inisiatif penyelenggaraan sosialisasi ini dilatarbelakangi oleh adanya laporan mengenai seorang pegawai yang mengalami kondisi darurat kesehatan hingga meninggal dunia. Peristiwa tersebut menjadi refleksi serius bagi manajemen universitas untuk memastikan setiap pegawai memiliki akses informasi yang memadai terkait layanan kesehatan.
Frengki Polnaya juga memaparkan bahwa berdasarkan data sistem kepegawaian Universitas Pattimura, jumlah pegawai yang tercatat mencapai 533 orang, terdiri atas dosen, tenaga kependidikan, dan pegawai paruh waktu. Menurutnya, angka tersebut menegaskan urgensi pemerataan informasi terkait jaminan kesehatan agar seluruh pegawai dapat memanfaatkan fasilitas yang tersedia secara optimal.
“Dengan jumlah pegawai yang mencapai 533 orang, kami memandang perlu adanya pemahaman yang sama dan menyeluruh mengenai layanan jaminan kesehatan, termasuk jenis layanan, masa aktif manfaat, hingga prosedur klaim,” kata Kepala Biro Perencanaan, Keuangan, dan Umum Universitas Pattimura, Frengki Polnaya.
Dalam paparannya, ia juga menjelaskan berbagai layanan yang dapat diakses peserta, mulai dari layanan kesehatan umum, layanan dokter gigi, hingga ketentuan mengenai masa aktif manfaat yang kerap belum dipahami sebagian pegawai. Ia turut membagikan pengalaman pribadi dalam memanfaatkan layanan kesehatan, termasuk mekanisme klaim kembali untuk obat-obatan tertentu yang tidak tercakup dalam layanan dasar.
Menurutnya, program jaminan kesehatan memberikan dampak signifikan dalam meringankan beban biaya pegawai dan keluarga, terutama dalam situasi darurat medis yang memerlukan penanganan cepat dengan biaya besar. Oleh karena itu, ia mengimbau seluruh peserta untuk aktif mengikuti sesi diskusi dan memanfaatkan kesempatan bertanya selama kegiatan berlangsung.
Sosialisasi ini juga menghadirkan narasumber dari pihak penyelenggara jaminan kesehatan, yakni Kepala Bagian Mutu Layanan Kepesertaan Kantor Cabang Ambon, Asti Sanjuan. Dalam pemaparannya, ia memberikan penjelasan teknis dan kebijakan terkini terkait layanan jaminan kesehatan yang perlu dipahami oleh peserta.
“Peserta jaminan kesehatan perlu memahami prosedur layanan secara benar, mulai dari alur pelayanan, hak peserta, hingga kebijakan terbaru agar layanan dapat dimanfaatkan secara maksimal dan tepat sasaran,” kata Kepala Bagian Mutu Layanan Kepesertaan Kantor Cabang Ambon, Asti Sanjuan.
Ia menegaskan bahwa pemahaman yang baik terhadap regulasi dan prosedur akan mempercepat akses layanan serta meminimalkan kendala administratif di fasilitas kesehatan. Sosialisasi semacam ini dinilai penting untuk menjembatani informasi antara penyelenggara jaminan kesehatan dan peserta, khususnya di lingkungan institusi pendidikan tinggi.
Melalui kegiatan ini, Universitas Pattimura berharap seluruh pegawai memiliki literasi kesehatan yang lebih baik, memahami perlindungan yang mereka miliki, serta mampu mengambil keputusan cepat dan tepat dalam kondisi medis darurat. Kegiatan sosialisasi ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen universitas dalam meningkatkan kesejahteraan dan rasa aman bagi seluruh sivitas akademika. (BM31)









